PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) membukukan laba bersih Rp 150,94 miliar. Angka ini naik 10% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 136,59 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, Rabu (26/10/2022), kenaikan tersebut tak lepas dari penjualan yang diperoleh emiten milik pengusaha Hermanto Tanoko tersebut. Penjualan bersih kuartal III-2022 naik 26,44% secara tahunan menjadi Rp 1,01 triliun dari sebelumnya Rp 802,94 miliar.

Beban pokok mengalami kenaikan 35% secara tahunan menjadi Rp 621,04 miliar. Sedang laba kotornya naik 13,79% secara tahunan menjadi Rp 393,48 miliar.

CLEO memang mencatat kenaikan beban penjualan menjadi Rp 109,89 miliar dari sebelumnya Rp 94,39 miliar. Beban umum & administrasi juga naik 57,04 miliar dari sebelumnya Rp 55,07 miliar.

Namun, penurunan beban keuangan bisa sedikit mengkompensasi kenaikan beban tersebut. Beban keuangan CLEO turun 49,94% menjadi Rp 9,1 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 18,19 miliar.

Struktur keuangan yang seperti itu yang membuat CLEO masih mampu mengerek kenaikan laba bersih. Sejalan dengan kenaikan ini, laba per saham dasar juga naik menjadi Rp 12,58 per saham dari sebelumnya Rp 11,38 per saham.

Baca juga: Berita Bitcoin Hari Ini: Kembali ke Level Psikologis $20.000!

HermantoTanoko merupakan crazy rich asal Surabaya.  Kekayaannya yang mencapai US$ 3 miliar atau setara Rp 46,7 triliun, dan menempatkannya sebagai orang terkaya nomor 10 di Indonesia versi Forbes Billionaire Indeks per Oktober 2022 membuat orang penasaran akan gurita bisnisnya.

Dikenal sebagai pemilik perusahaan cat terbesar di Indonesia, Hermanto terus mengembangkan sayap bisnisnya di Indonesia. Beberapa waktu lalu dirinya sukses membawa dua perusahaannya mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun lalu.

Kedua perusahaan tersebut adalah Caturkarda Depo (DEPO) yang berhasil mengumpulkan Rp 493,57 miliar dana IPO setelah melepas 15,08% saham baru dan Avia Avian (AVIA) yang mampu mengumpulkan Rp 5,76 triliun setelah melepas 10,01% saham baru.

Kedua perusahaan yang dimiliki oleh Hermanto Tanoko tersebut merupakan bagian dari Tancorp Abadi Nusantara, di mana ia juga menjabat sebagai Group CEO.

Menurut situs resmi perusahaan, Tancorp Abadi Nusantara sendiri membawahi 8 subholding perusahaan mulai dari, industri, distribusi, properti, perhotelan, makanan & minuman, kesehatan & kecantikan, bisnis jaringan, serta kafe & restoran.

 

 

Sumber

Baca juga: Inggris Lebih Suka Crypto Dibanding Saham?