Yuk simak berita Bitcoin dan kripto lainnya hari ini !

Pasar kripto kembali menguat pada perdagangan Rabu (26/10/2022), di tengah membaiknya sentimen pasar global.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, Bitcoin melesat 4,85% ke posisi harga US$ 20,239,76/koin atau setara dengan Rp 315.740.256/koin (asumsi kurs Rp 15.600/US$). Sedangkan untuk Ethereum melejit 10,48% ke posisi US$ 1.480,69/koin atau Rp 23.098.764/koin.

Bitcoin berhasil menembus level psikologis di US$ 20.000 pada hari ini, setelah bertahan di kisaran US$ 19.000 dalam sebulan lebih, karena investor yang menghindari risiko secara kronis mendapat dorongan dari sejumlah rilis kinerja keuangan emiten di Amerika Serikat (AS) pada kuartal III-2022.

Tak hanya Bitcoin saja, Ethereum juga sempat menyentuh zona psikologis US$ 1.500 pada dini hari tadi, namun pada pagi hari ini diperdagangkan di kisaran US$ 1.480. Hal ini menjadikan Ethereum menyentuh level tertinggi sejak proses upgrade Ethereum Merge atau The Merge.

“Volatilitas kembali ke pasar kripto,” tulis kelompok riset Fundstrat dalam laporan riset hariannya, dikutip dari CoinDesk.

Baca juga: Cara Menghadapi Ketakutan Psikologis dalam Kerugian Saat Trading

Investor cenderung merespons positif dari rilis data indeks keyakinan konsumen (IKK) AS pada Oktober 2022, di mana IKK Negeri Paman Sam mulai menurun kembali setelah mencatat kenaikan 2 bulan beruntun.

IKK yang dirilis Conference Board tercatat sebesar 102,5, turun tajam dari bulan sebelumnya 107.8.

Dilihat lebih detail, sebanyak 17,5% konsumen yang disurvei mengatakan kondisi bisnis “baik”. Persentase tersebut turun dari sebelumnya 20,7%

Pasar kripto mulai kembali bangkit setelah adanya kabar bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/ The Fed) berpotensi memperlambat laju kenaikan suku bunganya.

Jika benar terjadi, maka tentunya akan menjadi kabar baik. Resesi memang hampir pasti terjadi, tetapi kemungkinan tidak akan dalam. Tinggal melihat apakah inflasi akan mulai menurun. Masalahnya jika inflasi masih tetap tinggi, maka The Fed bisa jadi akan terus agresif.

Investor juga menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal III-2022 yang akan dirilis pada Kamis besok.

 

 

Sumber

Baca juga: Menyerbu Berita Trading dengan Price Action