Bitcoin dan kripto lainnya berbalik melemah pada Jumat (28/10/2022), di mana investor menimbang hasil dari rilis data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada periode kuartal III-2022.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:30 WIB, Bitcoin merosot 2,38% ke posisi harga US$ 20,280,16/koin atau setara dengan Rp 315.457.889/koin (asumsi kurs Rp 15.555/US$). Sedangkan untuk Ethereum ambles 3,08% ke posisi US$ 1.516,52/koin atau Rp 23.589.469/koin.

Bitcoin masih bertahan di level psikologis US$ 20.000 pada hari ini, meski terlihat melemah bersama dengan kripto lainnya.

Pasar kripto berbalik melemah, mengikuti pergerakan bursa saham AS, terutama indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite yang kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis kemarin, setelah dirilisnya data pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal III-2022.

Kemarin, Departemen Perdagangan AS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 2,6% pada periode Juli – September lalu. Sementara pada dua kuartal sebelumnya, PDB tercatat terkontraksi 1,6% dan 0,6%, artinya secara teknis sudah mengalami resesi.

Baca juga: Shiba Inu Naik 4,5%, Ternyata Ini Faktor Pendorongnya!

Dengan PDB yang tumbuh di kuartal III-2022, artinya AS lepas dari resesi. Tetapi, hal ini tidak serta merta disambut baik oleh para pelaku pasar. Sebab, dengan PDB yang tumbuh lebih tinggi dari ekspektasi Wall Street 2,3%, ada kemungkinan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan terus agresif menaikkan suku bunga.

The Fed sepanjang tahun ini kenaikannya sebesar 300 basis poin (bp), menjadi 3% – 3,25% dan masih akan terus berlanjut.

Pada November nanti, bank sentral paling powerful di dunia ini diperkirakan akan menaikkan lagi sebesar 75 bp menjadi 3,75% – 4%. Tidak cukup sampai di situ, kenaikan masih akan terus dilakukan hingga awal tahun depan.

Berdasarkan data dari perangkat FedWatch milik CME Group, pasar melihat ada probabilitas sebesar 43% suku bunga The Fed berada di level 4,75% – 5% pada Februari 2023.

Meski demikian, Wall Street Journal (WSJ) pada pekan lalu melaporkan adanya “perpecahan” di tubuh The Fed.

 

 

Sumber

Baca juga: Sido Muncul Bagi Dividen Rp 405 M! Cek Jadwalnya