Indosat PHK Karyawan, Harga Sahamnya Turun?

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) pada pekan ini mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 300 karyawan. Manajemen memastikan keputusan yang diambil merupakan bagian dari strategi penataan organisasi perusahaan agar lebih efeisien atau dikenal sebagai rightsizing.

Seiring pengumuman tersebut, salah satu pemegang saham ISAT melakukan penjualan saham dengan jumlah yang cukup signifikan. Adalah PT Tiga Telekomunikasi Indonesia yang melego ISAT sebesar 196.360.000 lembar saham, atau setara 2,44%.

Transaksi tersebut terekam dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 22 September 2022. Jika membandingkan data sehari sebelumnya per 21 September, kepemilikan PT Tiga Telekomunikasi Indonesia masih tidak berubah.

Adapun pihak penjual melepas ISAT dengan memakai rekening efek PT Bank HSBC Indonesia dengan status kepemilikan langsung. Tidak tertera harga penjualan yang dilakukan, mengingat ISAT belum memberikan keterangan tertulis di keterbukaan informasi saat berita ini ditulis.

Baca juga: Provider Raksasa Indosat & Tri Merger, Saham Indosat Langsung Naik ke Rp7300

Penjualan ini juga tercantum dalam data biro administrasi efek, PT EDI Indonesia, yang diunggah di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Minggu (25/9/2022).

Dengan rampungnya divestasi ini, maka kepemilikan PT Tiga Telekomunikasi Indonesia atas ISAT berkurang menjadi 671.755.088 lembar saham atau setara 8,33%, dari sebelumnya 868.115.088, atau sebesar 10,77%.

Seperti diketahui, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia merupakan salah satu pemegang saham mayoritas dari ISAT. Adapun shareholder pengendali dipegang oleh Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd. sebesar 65,64%.

Sementara itu, Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni mengungkapkan bahwa Indosat telah berkomunikasi secara langsung dan transparan dengan semua karyawan.

Semua telah memahami perlunya meningkatkan kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar saat ini.

“Oleh karena itu, inisiatif reorganisasi sangat penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan. Inisiatif rightsizing ini didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif, yang diharapkan dapat menjadi langkah strategis yang membawa Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih di Indonesia,” kata dia.

 

 

Sumber

Baca juga: Saham ISAT Naik Setelah Suspensi, Terus Melanjutkan Apresiasi