Euro melemah terhadap dolar pada Senin (25/07) petang dengan investor mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan ini.

Pukul 14.13 WIB, EUR/USD turun 0,15% di $1,0194, sedikit mundur dari pemulihan minggu lalu setelah mata uang bersama ini mencapai titik terendah beberapa dekade awal bulan ini.

Pada hari Rabu, bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan setidaknya 75 basis poin dengan inflasi tetap tinggi. Pernyataan FOMC dan konferensi pers yang menyertainya dari Ketua Fed Jerome Powell juga akan dipelajari dengan cermat saat pasar mencoba mengukur kemungkinan pengetatan agresif ini akan menjerumuskan negara ekonomi terbesar dunia itu dan pendorong pertumbuhan global utama ke dalam resesi.

Berbicara pada hari Minggu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengakui bahwa pertumbuhan negara ekonomi terbesar dunia tersebut sedang melambat. Ia juga mengakui risiko resesi tetapi menyatakan penurunan ini tidak bisa dihindari.

Kekhawatiran atas kesehatan ekonomi Amerika telah mengurangi beberapa ekspektasi untuk pengetatan Fed yang akan datang, lantaran trader khawatir bahwa kenaikan suku bunga agresif yang ditujukan untuk menurunkan inflasi malah dapat menyebabkan pertumbuhan melemah. Kekhawatiran ini telah membantu memberikan dukungan terhadap dolar, yang dilihat investor sebagai tempat berlindung yang relatif aman.

Baca juga: CEO Evergrande Group Mengundurkan Diri?!

Data pada hari Jumat menunjukkan kontraksi dalam aktivitas bisnis di AS dan Zona Euro, sementara pertumbuhan di Inggris menyentuh level terendah 17 bulan.

Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang, bertahan di dekat garis datar di 106,495 pada hari Senin – tepat di bawah level tertinggi dua dekade di 109,290 yang dicapai pada pertengahan Juli.

Sementara itu, trader tetap berhati-hati terhadap euro, di mana pertumbuhan masa depan Eropa sebagian besar bergantung pada pasokan gas Rusia yang tidak pasti. Prediksi bahwa European Central Bank (ECB) akan mengejar serangkaian kenaikan suku bunga besar juga telah surut, setelah Presiden ECB Christine Lagarde pekan lalu menyarankan tidak adanya risiko resesi tahun ini meskipun inflasi melonjak dan gangguan rantai pasokan.

Adapun, sterling turun sedikit dibandingkan dengan dolar, turun 0,07% di $1,1995, sebelum keputusan suku bunga terbaru Bank of England minggu depan.

USD/JPY naik 0,25% di 136,38, sedangkan pasangan AUD/USD mundur dari tingkat tertinggi satu bulan, atau turun tipis 0,07% ke 0,6920. Pukul 15.00, rupiah berakhir menguat 0,12% di 14.997,5 per dolar AS dan IHSG turun 0,41% ke 6.858,41.

Dari komoditas, Nikel anjlok 1,88% di 21.953,00 pukul 15.45 WIB Senin petang ini dan Timah naik 0,43% menjadi 24.947,00 pada penutupan sesi AS pekan lalu. Harga Karet turun 0,32% di 155,70, batubara Newcastle naik 1,44% ke 409,20, dan Kakao AS naik tipis 0,07% di 2.294,50 pukul 15.48 WIB.

Sumber

Baca juga: Mantap! Surplus Perdagangan Indonesia-Swiss Terus Meningkat