Pemerintah Dubai sedang mempersiapkan untuk membuat sebagian dari kantornya tersedia di metaverse. Negara tersebut saat ini sedang mencari pihak ketiga untuk membantunya mengatur transisi beberapa departemennya ke dunia metaverse.

Chief metaverse officer Cybergear sebuah perusahaan metaverse yang berbasis di Dubai, Sharad Agarwal menjelaskan tentang proses ini di acara bertema metaverse lokal.

“Kami telah mulai mendapatkan banyak pertanyaan dari departemen dan kementerian pemerintah untuk menjadikannya berkemampuan Metaverse. Hanya masalah waktu sebelum Dubai menjadi pusat kripto dan Metaverse dunia,” jelas Agarwal dikutip dari Bitcoin.com, ditulis Senin (25/7/20222).

Namun, menurut Agarwal, pembangunan kawasan-kawasan tersebut dan penetapan fungsinya akan memakan waktu.

“Ada kerja keras yang terlibat, jadi Anda perlu memutuskan layanan apa yang ingin Anda tawarkan dan model bisnis dan kemudian komunitas onboard seperti yang ada di dunia fisik,” kata Agarwal.

Baca juga: Meta dan 34 Perusahaan Teknologi akan Buat Open Metaverse

Dubai telah menjadi salah satu negara yang telah menerapkan rencana global untuk menjadikan metaverse sebagai industri yang menguntungkan pada masa depan. Strategi Metaverse Dubai, sekelompok arahan yang bertujuan untuk membuat metaverse berkontribusi 1 persen terhadap PDB negara untuk 2030.

Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk menyediakan 42.000 pekerjaan virtual pada tahun yang sama. Negara-negara lain seperti Korea Selatan juga berinvestasi besar-besaran untuk mengembangkan industri metaverse mereka sendiri, mengalokasikan USD 177 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun untuk upaya ini.

Sementara beberapa orang gagal melihat daya tarik metaverse untuk Dubai. Menanggapi hal itu, Agarwal menjelaskan salah satu aplikasi yang dapat dimiliki teknologi metaverse di masa depan adalah  pasar real estat.

“Dubai memiliki pasar real estat yang besar. Di masa depan, orang akan dapat terbang seperti superman ke komunitas, melihat villa dan melihat vila dan juga mengkonfigurasi dekorasi interior sesuai keinginan mereka. Setelah puas, mereka dapat membayar secara digital,” ujar Agarwal.

Regulator aset virtual Dubai baru-baru ini juga mendirikan operasinya di metaverse, menjadi salah satu pelopor di ruang ini.

 

Sumber

Baca juga: Pasar Kripto Melambung Selama Sepekan! Apa Pendorongnya?