Harga Ethereum dkk menguat tipis-tipis nih~

Mayoritas kripto utama cenderung menguat terbatas pada perdagangan Jumat (22/7), setelah sehari sebelumnya sempat ‘rehat sejenak’.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, Bitcoin turun 0,43% ke harga $23.121,06 (Rp347,62 juta). Tetapi, Ethereum naik 3,1% ke $1.576 atau Rp23,6 juta.

Sedangkan beberapa koin digital (token) alternatif (altcoin) seperti Solana melonjak 3,37 % ke $42,84 (Rp644.099) dan BNB naik 3,24% ke $265,44 (Rp3,9 juta).

Meski terlihat melemah tipis, tetapi Bitcoin sejatinya cenderung kembali bertahan di kisaran harga $23.000 pada hari ini. Investor yang memegang Bitcoin menimbang langkah Tesla Inc. yang menjual Bitcoinnya sebanyak 75%.

Sebelumnya pada Rabu lalu, Tesla mengkonversikan sebanyak 75% Bitcoinnya ke fiat money. Dengan total mencapai $936 juta atau setara dengan Rp14,04 triliun.

Tesla menjual Bitcoin dengan alasan masih adanya ketidakpastian penerapan lockdown wilayah di China. Sejatinya, harga Bitcoin yang terkoreksi parah menjadi alasan Tesla menjual Bitcoinnya.

Baca juga: Tesla Jual Bitcoin Karena Lockdown China?!

Namun, pasar kripto secara mayoritas kembali menghijau setelah sempat ‘rehat sejenak’ kemarin, meski penguatan hari ini masih cenderung terbatas.

Investor cenderung optimis. Terlihat dari Crypto Fear and Greed Index yang sudah meningkat cukup signifikan dan mulai menjauhi level ‘extreme fear’. Di mana indeks ini berada di angka 33 dan berada di zona ‘fear’.

Crypto Fear and Greed Index digunakan untuk mengukur sentimen atau psikologis investor kripto terhadap pasar. Indeks ini berisikan data yang dapat mengungkapkan apakah pasar sedang bullish atau bearish, dan dibangun berdasarkan dua emosi yang berlawanan, yaitu ketakutan (fear) dan keserakahan (greed).

Pasar kripto yang cenderung cerah kembali mengikuti pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang juga kembali cerah pada perdagangan Kamis kemarin.

Pasar kripto dengan pasar saham AS sudah berkorelasi dari awal tahun ini, di mana korelasi keduanya semakin besar, menandakan keduanya saling berkaitan.

Optimisme pelaku pasar di kedua aset berisiko tersebut kembali terjadi setelah rilis kinerja keuangan di AS berhasil memuaskan investor.

Selain itu, cerahnya Wall Street juga disebabkan karena dolar AS yang melandai setelah bank sentral Eropa (Europe Central Bank/ECB) menaikkan suku bunga dan rilis data klaim awal pengangguran.

 

 

Sumber

Baca juga:  Bitcoin Mulai Naik, Crypto Winter Sudah Berakhir?