PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini. Harga sahamnya naik 8% pada pukul 09:10 WIB dari harga Rp 125 per saham pada penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) perseroan.

Pada Senin (25/7/2022) saham KRYA dibuka pada harga Rp 168 dan pagi ini bergerak di kisaran Rp 120 hingga Rp 168 dengan market cap Rp 209,63 miliar. Pada pukul 09.30 WIB, saham KRYA terpantau masih menguat 3,2% ke level Rp 129 per unit.

I Gede Nyoman Yetna, Direktur PT Bursa Efek Indonesia mengatakan KRYA menjadi emiten ke-28 pada tahun 2022 dan menjadi total 794 emiten di bursa saat ini.

“Sampai di stage yang membahagiakan pada pagi ini dan scale up dengan potensi pertumbuhan yang tidak terbatas,” ungkap Nyoman Yetna, Senin (25/7/2022).

Dharmo Budiono, Direktur Utama Bangun Karya Perkasa mengatakan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu. Menurutnya kode saham KRYA akan selalu mengingatkan untuk selalu berkarya membangun negeri.

PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk merupakan perusahaan konstruksi nasional yang memiliki spesialisasi di bidang fabrikasi baja dan kontraktor umum.

KRYA menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (IPO)dengan melepas sejumlah 325 juta saham, setara dengan 20% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan dengan harga Rp 125 per saham.

Perseroan mempercayakan PT Indo Capital Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dan Penjamin Emisi Efek.

KRYA juga menerbitkan Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau ESA) sebanyak 1.625.000 atau 0,50% dari jumlah saham yang dikeluarkan dalam IPO sebagai apresiasi bagi para karyawan atas produktivitas kerja dan motivasi untuk meningkatkan kinerjanya.

Baca juga: CEO Evergrande Group Mengundurkan Diri?!

Bersamaan dengan Penawaran Umum Saham Perdana, Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 162,5 juta atau 12,50% Waran seri I, yang akan diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham yang ditawarkan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang 2 saham yang ditawarkan berhak mendapatkan 1 Waran seri I.

“Perseroan sangat memprioritaskan hubungan baik dan kepuasan pelanggan. Kami yakin dan percaya bahwa bisnis jasa konstruksi adalah suatu ikatan batin, bagaimana menjaga hubungan baik tersebut merupakan faktor positif yang membantu membangun brand positioning kami dengan para pelanggan maka dari itu di masa pandemi pun kami berhasil mencetak laba bersih yang membanggakan sehingga langkah Perseroan untuk melantai di BEI menjadi pendorong kinerja dan mengenalkan brand positioning Perseroan ke publik serta para investor baik dalam dan luar negeri serta meningkatkan struktur pendanaan dan tata kelola yang lebih baik,” ungkap Dharmo dalam keterangan pers, Senin (25/7/2022).

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, Perseroan selalu berusaha untuk fleksibel terhadap fleksibilitas pelanggan. Perseroan tak akan berhenti berusaha untuk meningkatkan inovasi, ketepatan waktu sehingga dapat memberikan karya terbaik bagi bangsa Indonesia.

Herman Sutanto, Direktur PT Indo Capital Sekuritas yang menjadi penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek memaparkan bahwa Perseroan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 15 Juli 2022 dan dalam masa penawaran umum sejak tanggal 19-21 Juli 2022 saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk mendapatkan minat yang luar biasa dari para investor sehingga seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik.

Dari aksi korporasi ini, Perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp 40,63 miliar. Dana yang diperoleh ini seluruhnya dipakai untuk modal kerja Perseroan antara lain 45,1% untuk pembangunan gudang digital entitas anak dan sisanya sebesar 54,10% untuk biaya penyediaan bahan baku material, biaya pembelian perlengkapan kerja, biaya perawatan mesin beserta perangkat pendukungnya.

 

Sumber

Baca juga: BRI Akuisisi Danareksa Investment Management