SBI Holdings, perusahaan jasa keuangan terkemuka Jepang, dikabarkan akan menutup operasi penambangan kripto di Rusia.

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan bahwa salah satu alasan di balik langkah tersebut adalah ketidakpastian atas prospek bisnis pertambangan di Siberia. Hal itu menyusul sanksi yang dijatuhkan pada Rusia setelah invasi ke Ukraina.

Awal tahun ini, International Moneter Fund memperingatkan bahwa Rusia dapat menghindari sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh AS dan negara-negara Barat lainnya dengan beralih ke penambangan kripto.

Kemerosotan keseluruhan harga kripto tahun ini adalah sesuatu yang juga dipertimbangkan SBI. Karena bisnis penambangan Bitcoin menjadi kurang menguntungkan.

SBI Crypto, anak perusahaan penambangan kripto konglomerat, telah menambang kripto di penambangan di luar Jepang sejak Agustus 2017. Serta membuka mining pool untuk masyarakat umum pada Maret 2021.

Selain Bitcoin, perusahaan juga menambang Bitcoin Cash dan Bitcoin SV .

Dengan daya komputasi 2,46 EH/dtk, mining pool Bitcoin SBI saat ini berada di peringkat ke-11 secara global. Memberikan 1,2% pada hash rate keseluruhan jaringan.

Masih belum jelas kapan tepatnya SBI akan menghentikan operasi penambangan kripto di Rusia.

Baca juga: Analis Hari Bumi: Penambangan Bitcoin Condong ke Energi Hijau

Sebelum dihentikan, SBI harus menjual semua peralatan pertambangannya yang ditempatkan di Siberia, kata juru bicara perusahaan tersebut.

Rusia menawarkan sumber daya listrik murah yang besar dari gas alam dan bendungan pembangkit listrik tenaga air. Itu  menjadikan Rusia sebagai tujuan populer bagi penambang Bitcoin setelah tindakan keras China terhadap industri kripto tahun lalu.

Pada bulan April, ini semua berubah setelah invasi Rusia ke Ukraina. Dengan Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi pada BitRiver, sebuah perusahaan pertambangan yang berbasis di Swiss dengan beberapa anak perusahaan di Rusia.

“Dengan mengoperasikan server farm besar yang menjual kapasitas penambangan mata uang virtual secara internasional, perusahaan-perusahaan ini membantu Rusia memonetisasi sumber daya alamnya,” kata Departemen Keuangan saat itu.

Compass Mining, sebuah perusahaan pertambangan perangkat keras Bitcoin Amerika, mengumumkan rencana untuk menjual $30 juta peralatan penambangan kripto di Siberia, atau 15% dari kapasitasnya pada saat itu, untuk menghindari sanksi segera setelahnya.

 

Sumber

Baca juga: Mengenal Federal Open Market Committee di Bank Sentral Amerika