Harga Bitcoin hari ini Selasa (9/8/2022) berhasil menembus USD 24.000 atau sekitar Rp 356,3 pada satu titik sebelum kembali menetap tepat di bawah ambang batas ini karena investor mulai menunggu untuk angka inflasi AS terbaru.

Kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut baru-baru ini diperdagangkan sekitar USD 23.800, naik lebih dari 2 persen selama 24 jam sebelumnya. Bitcoin telah reli selama empat hari terakhir di tengah tanda-tanda harapan inflasi akan segera terkendali tanpa memicu resesi yang curam.

Analis Pasar Senior Oanda Americas, Edward Moya mengatakan Bitcoin tetap mendekati level tertinggi baru-baru ini karena trader kripto masih mencari tahu apakah musim dingin kripto telah berakhir.

“Tekanan jual telah mereda secara signifikan dan pedagang momentum dapat menerkam menembus level USd 25.000,” ujar Moya.

Ethereum mengikuti pola yang sama, mencapai tertinggi dua bulan di atas USD 1.800 pada hari sebelumnya sebelum mengambil pijakan sedikit di bawah level ini.

Kepala investasi perusahaan jasa keuangan Arca, Jeff Dorman menyebut pekan ini adalah pekan inflasi karena pasar tertuju pada laporan CPI AS.

Baca juga: Shiba Inu akan Luncurkan Game “Shiba Eternity”

“Pasar mencari inflasi utama yang diperkirakan melambat. Tanda-tanda inflasi puncak berlimpah, dengan harga komoditas turun drastis dari level tertingginya secara historis merupakan tanda kuat dari perlambatan inflasi yang akan datang,” ujar Dorman.

Di sisi lain, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC), sebuah badan pengawas yang bertugas mencegah pelanggaran sanksi, pada Senin menambahkan Tornado Cash ke daftar hitam.

Tornado Cash telah menjadi alat utama untuk Lazarus Group, kelompok peretasan Korea Utara yang terkait dengan peretasan Jaringan Ronin Axie Infinity senilai USD 625 juta pada Maret, menurut Departemen Keuangan AS.

Di sisi lain, pendukung game Web3 berbasis Polygon, Dragoma tampaknya telah menjadi korban Rug Pull senilai USD 3,5 juta, menurut perusahaan analitik blockchain PeckShield.

Dragoma, yang diluncurkan beberapa hari yang lalu, telah mengatakan mereka berencana untuk menjadi game petualangan Web3 yang menggabungkan token non-fungible (NFT) dan elemen media sosial di samping token aslinya, DMA.

Sumber

Baca juga: Fitur NFT Instagram akan Tersedia di 100 Negara!

Tags: