Fitur NFT Instagram akan Tersedia di 100 Negara!

Perusahaan Mark Zuckerberg, Meta yang membukukan kerugian tajam di divisi Metaverse-nya pada Q2 2022, meluncurkan strategi baru ekspansi aset digitalnya pada 10 Mei 2022.

Menurut posting ruang berita Meta yang diperbarui pada Kamis, 4 Agustus 2022, salah satu strateginya adalah memulai ekspansi Non Fungible Token (NFT) di 100 negara di Afrika, Asia-Pasifik, Timur Tengah dan Amerika. Peluncuran awal strategi ini menargetkan aplikasi media sosial Instagram.

Dilansir dari Cointelegraph, Jumat (5/8/2022), Meta juga akan memulai dukungan untuk koneksi dompet dengan Coinbase Wallet dan Dapper serta kemampuan untuk memposting koleksi digital yang dicetak di blockchain Flow.

Nantinya pengguna hanya perlu menghubungkan dompet digital mereka ke Instagram untuk memposting NFT, kata perusahaan itu dalam posting terbarunya.

Integrasi dompet pihak ketiga dengan Rainbow, MetaMask, Trust Wallet, Coinbase Wallet, dan Dapper Wallet akan segera hadir. Blockchain yang didukung saat ini adalah Ethereum, Polygon, dan Flow. Tidak ada biaya yang dikenakan untuk memposting atau membagikan koleksi digital di instagram.

Seiring dengan metaverse, aset digital tampaknya telah menjadi salah satu komponen inti Meta untuk ekspansi. Selama kuartal kedua 2022, pendapatan perusahaan turun 1 persen dari tahun ke tahun menjadi USD 28,8 miliar atau sekitar Rp 428,8 triliun sementara pendapatan operasionalnya turun 32 persen menjadi USD 8,36 miliar pada periode yang sama.

Baca juga: Coinbase NFT Rilis Fitur Baru untuk Menarik Minat Trader

CEO Mark Zuckerberg mengatakan dia tidak terpengaruh oleh kerugian USD 2,8 miliar di divisi Metaverse perusahaan, dan sebaliknya ada peluang untuk menghasilkan “ratusan miliar,” atau bahkan “triliun,” dolar saat sektor ini sudah matang.

Sebelumnya, adopsi Non Fungible Token (NFT) semakin berkembang secara berkelanjutan di berbagai industri mulai dari video game, musik dan seni.

Dilansir dari Cointelegraph, Kamis, 4 Agustus 2022 sebuah laporan riset pasar yang diterbitkan oleh Verified Market Research (VMR) memberikan prediksi tinggi untuk masa depan pasar NFT, dan memproyeksikan nilainya membengkak menjadi USD 231 miliar atau setara Rp 3.456 triliun pada 2030.

Perusahaan riset dan konsultan global menilai pasar NFT global sebesar USD 11,3 miliar pada 2021 sebagai langkah awal ke dalam ruang yang sedang berkembang.

VMR memperkirakan sektor ini akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 33,7 persen selama delapan tahun ke depan. Pendorong utama permintaan NFT adalah proliferasinya di berbagai industri dan lapisan masyarakat, termasuk musik, film, dan olahraga.

Laporan tersebut juga menyoroti beberapa bidang minat utama dan kasus penggunaan yang telah membantu mendorong penjualan NFT.

 

Sumber

Baca juga: Ingin Membeli Saham Meta? Yuk Simak Panduannya

Tags: