Menjelang halving ketiga BTC di awal minggu depan, market rally untuk menguji zona krusial dan Bitcoin menyentuh $10.000. Secara historis, halving dikenal sebagai katalisator (sesuatu yang menyebabkan kejadian baru) untuk perubahan besar menuju momentum bullish di market. Halving juga cukup berpengaruh bagi Bitcoin menyentuh harga yang cukup tinggi karena pasokannya yang semakin terbatas. BTC memasuki halving di iklim global dari ketidakpastian ekonomi yang ekstrem dan didukung kenaikan hampir 150% selama kurang dari dua bulan. Dilansir dari Cointelgraph para top analis crypto  memberikan jawaban untuk selalu waspada dan optimis.  

Baca juga: Bitcoin dan Crypto Telah Capai 3,1 Miliar Transaksi

Analis Memberikan Pendapat  Bitcoin $10.000 dengan Hati-hati

Co-Founder Ontology Andy Ji berpendapat,

“Halving Bitcoin ini tentu akan berbeda dengan yang terakhir. Ada tantangan baru yang dihadapi BTC dan industri crypto sebagai trend saat ini seperti de-globalisasi dan dampak COVID-19 di dunia”.

Andy Ji menegaskan bahwa adanya optimisme tentang BTC halving yang berkaitan dengan harga. Alasannya, berita tentang BTC halving dikenal luas, untuk itu kecil kemungkinan akan mendorong harga naik seperti harga BTC yang terakhir kali. 

Kepala perdagangan NEM Ventures, Nicholas Pelecanos, berpendapat bahwa secara historis, halving mengisyaratkan mulainya BTC yang paling luar biasa. Analisis yang dulu menunjukkan peristiwa tersebut biasanya memicu ‘sell-off singkat’. Nicholas Pelecanos menambahkan bahwa halving 2012 diikuti oleh sell-off langsung sebesar 10% dan sell-off 2016 menyaksikan penurunan 38% yang diperpanjang.  Kedua halving diikuti oleh penurunan 50-hari dalam hashrate. 

Akan tetapi, analisis yang lainnya melihat adanya masa depan yang cerah di depan. Mati Greenspan, pendiri Quantum Economics, menekankan soal daya tarik BTC yang langka di tengah langkah-langkah kuantitatif yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat.

“Semua perhatian tertuju pada BTC akhir-akhir ini karena peristiwa halving yang mengingatkan tentang kualitas aset unik ini; kelangkaan digital – selama masa pelonggaran kuantitatif massal di market tradisional.”

Analis Market Senior di IG, Joshua Mahoney, menyoroti dampak positif yang ditimbulkan oleh stimulus yang tidak terkendali di market aset crypto. 

“Kebenaran yang ada di lapangan sangat berbeda dan keputusasaan untuk menjaga market mendorong lebih tinggi berarti kita cenderung melihat semakin banyak stimulus yang mulai berlaku. Hal tersebut bagus untuk BTC dan aset non-fiat lainnya, seperti emas.” 

Dari sudut pandang yang lebih luas, pertumbuhan besar dalam pelonggaran bank sentral dan utang pemerintah menyoroti alasan banyak orang merasa perlu untuk menyimpan kekayaan dalam aset-aset alternatif untuk menghindari penyusutan nilai yang nyata yang mungkin ada dalam rencana. Mahoney menambahkan bahwa dorongan yang lebih tinggi tampaknya memberi trend pre-halving historical yang bisa mengarah ke upside besar selama setahun mendatang.

“Seperti yang telah terjadi, kami sejalan untuk membukukan kenaikan 182% untuk BTC sejak posisi terendah pada Desember 2018. Lonjakan yang sekarang terlihat memberikan gambaran bullish untuk beberapa bulan setelah halving ketiga ini, ” katanya. 

Pengembalian Permintaan Institusional di Tengah Halving

Pascal Gauthier, kepala eksekutif Ledger, menekankan adanya pertumbuhan minat konstitusional di tengah halving. 

“Meskipun kami tidak tahu halving yang akan datang mempengaruhi harga BTC, kami tahu bahwa investasi mengalir ke market institusional dan lebih banyak orang investasi ke BTC daripada sebelumnya. Pasar crypto terus naik dalam trend yang sangat mirip dengan apa yang dilihat pada halving tahun 2016.” kata Pascal Gauthier.