(BBCA), PT Bank Central Asia Tbk akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5. Hal ini dilakukan mencermati perkembangan dan dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berencana memecah nilai nominal saham alias stock split dengan rasio 1:5.

Dengan aksi korporasi tersebut, jumlah saham BBCA akan meningkat dari 24,65 miliar saham menjadi 123,27 miliar saham. Sedangkan nilai nominal saham akan berubah dari Rp 62,5 per saham menjadi Rp 12,5 per saham.

Sumber dari CNBC Indonesia mengatakan

“Sebagai bagian dari anggota bursa, kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal tanah air, maka perusahaan memutuskan untuk melakukan aksi korporasi pemecahan saham yang beredar (stock split) guna memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA,” kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam siaran pers yang disampaikan, Jumat (30/7/2021).

Sebagai informasi, harga saham BBCA pada pada penutupan perdagangan bulan Juli 2021 ini BBCA terhenti di angka Rp29.850 per unit saham. Di mana untuk para investor yang ingin membeli 1 lot saham BBCA harus mengeluarkan dana sebesar Rp2,9 juta.

Nantinya pasca stock split, BBCA akan diperdagangkan di harga sekitar Rp 5.950/unit karena pembulatan kebawah dari Rp 5.970/unit. Ini artinya investor hanya perlu merogoh kocek sebanyak Rp 597 ribu untung membeli saham BBCA.

Nantinya harga BBCA juga akan bersaing dengan harga big 4 bank lainya seperti BBRI yang diperdagangkan di kisaran Rp 3.710/unit, BMRI di harga Rp 5.700/unit, dan BBNI di harga Rp 4.780/unit.

Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp 62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp 12,5. Sebagai informasi, harga saham BBCA pada saat release ini dikeluarkan berkisar di level Rp30.000 per unit saham.

“Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri.” kata Jahja.

Sementara itu, manajemen BCA akan menggelar Rapat umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September mendatang. Rapat tersebut untuk meminta restu kepada para pemegang saham terkait rencana stock split.