Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia hari ini, harga saham PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) langsung bergerak ke titik auto reject atas. Hal ini disebabkan terjadi penguatan sekitar 35% ke level Rp135 per saham.

Baru Melantai, VICI Auto Reject Atas

Harga saham VICI bernilai nominal Rp50 per lembar yang ditawarkan Rp100 per saham tersebut langsung melonjak ke posisi Rp135 per saham. Apresiasi ini bersama dengan volume transaksi sebanyak 66 lot, sehingga nilai transaksi VICI tercatat senilai Rp891 ribu.

Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan yang bergerak di bidang industri kosmetik ini menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Dengan pencatatan perdana saham ini, maka VICI tercatat sebagai emiten ke-49 di BEI untuk sepanjang 2020.

Victoria Care melepas saham ke publik sebanyak 1.008.000.000 lembar atau setara dengan 15,3% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dengan harga penawaran senilai Rp100 per saham, maka melalui IPO ini VICI mampu meraup dana masyarakat sebesar Rp100,8 miliar.

Rencana Dana Hasil IPO

Rencananya, sebesar 26% dana hasil IPO tersebut akan digunakan oleh VICI untuk pembelian aset tetap. Aset ini berupa tanah dan bangunan sebagai penunjang fasilitas pergudangan, sedangkan sebesar 74% akan dimanfaatkan sebagai modal kerja perseroan.

Menurut Direktur Utama VICI, Billy Hartono Salim di Jakarta, saham perseroan mengalami kelebihan permintaan dari investor di saat penawaran umum. Laporan dari lead underwriter menyebutkan bahwa minat investor ritel mencapai oversubscribed sebanyak 67 kali dari pooling.

Baca juga: Buyung Poetra Dikabarkan Berencana Mendirikan Anak Usaha Baru

Pergerakan ini sekali lagi menunjukkan bahwa IPO sangat memiliki kekuatan yang tinggi untuk mendorong harga saham. Sehingga kemungkinan besar dengan VICI yang bergerak di bidang yang berpotensial apresiasi ini akan terjadi kemungkinan lebih dari sekali di pekan ini.

Hal ini disebabkan potensi yang dimiliki oleh saham VICI yang kemungkinan besar akan membawanya untuk kembali mengalami Auto Reject beberapa hari ke depan. Selain itu kemungkinan besar akan terus banyak aliran dana yang masuk mengingat banyaknya permintaan saat IPO.

Dilansir dari IPOT NEWS

Tags: