sumber: astra international

Astra dikabarkan melakukan investasi di SayurBox dan juga Halodoc.

PT Astra International Tbk (ASII) diketahui gemar melakukan investasi di perusahaan rintisan atau startup. Hal ini tak terlepas dari inisiatif perseroan untuk mempercepat transformasi digital. Setelah Gojek, Astra menjatuhkan pilihannya pada Sayurbox dan Halodoc. Lalu, adakah niat Astra International untuk menambah investasi di sektor ekonomi digital?

Dilansir melalui IDXChannel, Astra menyuntik Sayurbox dan juga Halodoc senilai total 40 juta dolar AS. Setelah sebelumnya melakukan investasi di Gojek dengan total total 250 juta dolar AS.  Menanggapi hal ini, Head of Investor Relations Astra International, Tira Ardianti menegaskan bila pihaknya tak bisa berkomentar banyak terkait hal ini. Namun, Ia mengaku sektor ekonomi digital menjadi salah satu sektor yang dipikirkan perusahaan.

“Untuk digital tahun ini kami telah umumkan investasi di Sayurbox dan Halodoc. Apakah akan ada lagi, ini sifatnya memang saya enggak bisa memberikan jawaban verb saat ini,” katanya secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Lebih lanjit, Tira juga menyebut, perusahaan selalu melihat peluang bisnis secara menyeluruh, termasuk mengikuti perkembangan di sektor digital seperti saat ini.

Baca juga: Saham ASII Masih Terus Menguat, Berpotensi Koreksi Singkat

“Yang jelas dari Astra sendiri selalu melihat perkembangan digital. Selain memodernsasi bisnis, kami juga melihat peluang bisnis secara organik di sektor digital. Pastinya Astra juga melihat potensi-potensi untuk berpartisipasi di digital ekonomi salah satunya dengan melakukan investasi,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, Tira juga menyebut alasan pihaknya memilih investasi di Halodoc dan Sayurbox. “Kami suka dengan bisnis modelnya, visi-misi sejalan dengan Astra. Ada value juga yang diberikan untuk Indonesia. Soal waktu nanti kita akan lihat apakah Astra akan menambah lagi, ini adalah sesuatu yang akan kami pelajari,” tuturnya.

Mengenai rencana selanjutnya Astra untuk berinvestasi di perusahaan teknologi digital lainnya, Tira menyebut bahwa hal tersebut belum bisa dipastikan.

Baca juga : Astra Membagikan Dividen Sebesar 40% Dalam RUPST

“Saya ga akan bisa menjawab form karena sekali lagi Astra selalu menjajaki opportunity yang ada dan yang jelas salah satu bagian strategi manajemen Astra tentunya kita melihat ada perkembangan digital ini,” tuturnya.

Sayurbox merupakan jasa belanja online yang diandalkan masyarakat. Jasa penjualan dan pengantaran bahan makanan yang berbasis aplikasi. Founder dan CEO Sayurbox, adalah Amanda yang mengaku bahwa bisnis ini dimulai dengan iseng membuat kebun, kini wanita ini masuk ke dalam daftar Forbes 30 under 30 kategori Industry, Manufacturing & Energy pada tahun 2019.

Adapun Halodoc merupakan sebuah aplikasi dan situs web asal Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan. PT Media Dokter Investama, perusahaan aplikasi ini didirikan pada tahun 2016 di Jakarta oleh Jonathan Sudharta.

Baca juga: Astra Terus Usahakan Garap Mayoritas Pasar Dalam Negeri

Tags: