Astra masih positif terhadap pangsa pasar di dalam negeri akibat usahanya untuk terus mempertahankan dominasinya di dalam negeri. Walaupun bisnis otomotif diprediksi melemah pada tahun ini, PT Astra International Tbk (ASII) masih fokus terus untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Astra Masih Positif Terhadap Pangsa Pasar Dalam Negeri

Melalui naungan grup, PT Toyota Astra Motor (TAM) yang bertindak sebagai Agen Pemegang Merek (APM) mobil Toyota terus mengeluarkan strategi menarik untuk mempertahankan pasar. Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, mengatakan bahwa selama pandemi ini, pasar mobil memang terpukul terutama di periode April hingga Mei. Namun, bulan berikutnya sudah mulai membaik dan pihak perusahaan berharap secara bertahap setiap bulan tetap naik.

Dari sisi perolehan pangsa pasar, menurut Anton, Toyota masih nomor satu di periode Januari hingga Agustus 2020. Posisi ini diduduki dengan perolehan 31,7% dari penjualan ritel nasional yang tercatat di periode itu sebanyak 364.034 unit. Posisi tersebut menguatkan Toyota, di mana pada periode yang sama tahun lalu pangsa pasar TAM mencapai 31,4%, di Indonesia.

Pihak perusahaan menilai, Toyota masih dapat memimpin pangsa pasar mobil nasional walaupun penjualan terus menyusut. Dari proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil tahun ini akan turun 40% secara tahunan menjadi 600.000 unit saja. Namun,  terdapat kemungkinan besar proyeksi tersebut tidak tercapai akibat kondisi pasar saat ini. Anton menyatakan pasar mobil tahun ini bisa mencapai level 500.000 unit ke atas dan inilah yang menjadi target perusahaan.

Langkah Perusahaan Berikutnya

Kedepannya, perusahaan akan terus fokus menjaga perolehan pangsa pasarnya di tahun ini dan bukan fokus terhadap pertumbuhan penjualan. Cara perusahaan mendorong pasar salah satunya adalah dengan meluncurkan beberapa produk baru. Produk baru ini adalah beberapa produk otomotif baru mulai dari Innova TRD, Corolla Cross Hybrid, hingga yang terbaru GR Supra.

Anton menyatakan bahwa kedepannya masih akan ada kejutan lain dari Toyota. Kejutan yang dimaksud adalah dari sisi produk yang akan lebih banyak variasi dan inovasinya, dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi pasar. Selain itu, APM juga melihat kebutuhan layanan purna-jual tetap ada selama pandemi. Oleh karena itu, TAM akan terus mendorong program service dari rumah ke rumah serta peningkatan berbagai layanan digital.

Baca juga: Saham UNTR Berpotensi Apresiasi Akibat Pola Bullish Pennant

Melihat laporan keuangan PT Astra International Tbk di semester pertama tahun ini, segmen bisnis otomotif menjadi penyumbang terbesar Grup Astra dengan Rp 33,42 Triliun. Namun perolehan tersebut menurun 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp 50,38 Triliun. Untuk saham perusahaannya, ASII masih juga mengalami penurunan sejak September 2020. Hingga saat ini saham tersebut telah turun sekitar 12% dari 1 September 2020, yang juga didorong oleh faktor eksternal pasar keuangan.

Dilansir dari IPOTNEWS

Tags: