Saham batu bara dikabarkan berpotensi mengalami apresiasi bersama dengan kabar kontrak pembelian batu bara Indonesia oleh Cina. Transaksi ini diperkirakan akan menjadi sentimen pendorong saham batu bara bersama harga batu bara global yang diprediksi juga naik.

Saham Baru Bara Diprediksi Naik

Dikabarkan bahwa Indonesia baru saja menandatangani kontrak penjualan batu bara nasional kepada Cina. Transaksi ini dikabarkan akan mencapai 20 Triliun Rupiah yang diperkirakan akan menjadi sentimen positif untuk sektor batu bara di Indonesia.

Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia mengabarkan bahwa transaksi ini akan mencapai jumlah sebesar 200 Juta Ton batu bara. Transaksi ini dikabarkan akan terjadi pada Tahun 2021 yang juga merupakan salah satu ekspor terbesar Indonesia saat ini.

Sentimen ini menjadi pendorong untuk sektor batu bara yang selama ini sedang melemah akibat pandemi Covid-19. Selain itu, dengan harga batu bara global yang terus naik, kemungkinan besar sektor batu bara di Indonesia akan terus mengalami apresiasi.

Saat ini, dampak dari kabar ini sudah mulai terlihat di mayoritas saham batu bara Indonesia. Salah satu saham yang nampaknya mulai terlihat terangkat adalah PTBA yang merupakan salah satu saham batu bara utama di Indonesia

Dampak Sentimen Terhadap PTBA

Saat ini, PTBA sedang mengalami apresiasi yang masih terlihat kuat. Nampaknya dengan adanya sentimen dari harga batu bara global dan kontrak kerja sama Indonesia-Cina ini, saham tersebut akan terus terdorong naik.

Pergerakan Harian PTBA

Dapat dilihat bahwa pergerakan saat ini masih terlihat kuat, walau di akhir sesi perdagangan pertama, mulai menunjukkan pelemahan. Saat ini candlestick terlihat membentuk doji yang menandakan adanya kemungkinan untuk koreksi walau pergerakan besar masih naik.

Baca juga: Anak Usaha Jasa Marga Siap IPO, Jangan Sampai Ketinggalan!

Koreksi ini kemungkinan akan terjadi, mengingat saat ini Indikator RSI menunjukkan pergerakan saham berada di zona overbought dan juga volume pembelian yang mulai turun. Kemungkinan lemahnya pergerakan naik ini juga terlihat dari harga yang naik dari titik 38,2% yang umumnya menandakan apresiasi lemah.

Namun, indikator MACD memperlihatkan bahwa apresiasi masih kuat dan pergerakan besar yang masih naik bersama sentimen, menandakan pelemahan kemungkinan hanya koreksi. Kemungkinan besar koreksi tersebut akan membawa PTBA ke Rp 2.358 sebelum naik kembali ke Rp 2.439 dan terus naik.

Tags: