Rupiah terlihat mulai melemah pada 29 Juni 2020 terhadap Dolar Amerika. Pergerakan ini disebabkan oleh kasus Covid-19 yang meningkat kembali di dunia secara global.

Rupiah Terlihat Melemah

Rupiah terlihat melemah pada hari ini dari angka Rp14.220 pada Hari Minggu menjadi Rp14.388 pada hari ini. Pelemahan ini dikabarkan terjadi akibat terus meningkatnya kasus Covid-19 di beberapa negara bagian Amerika, seperti Florida. Peningkatan tajam yang terjadi dalam kasus Covid-19, telah membuat penundaan dalam pembukaan kembali perekonomian di Amerika. Sehingga, dengan adanya penundaan perekonomian, harapan terhadap pemulihan dapat terlihat memudar.

Dengan adanya kasus yang kembali meningkat, para investor lebih beralih kepada likuiditas sehingga menyebabkan Dolar Amerika terus menguat dan mendorong banyaknya arus modal keluar dari Indonesia. Dikabarkan bahwa hingga Juni, terdapat lebih dari 1,2 Triliun Rupiah modal yang keluar dari Indonesia. Dengan adanya modal yang keluar ini, maka nilai rupiah terus turun, akibat investor yang beralih ke mata uang Dolar Amerika, akibat keamanannya yang lebih tinggi.

Pergerakan keluar dan mencari likuiditas tersebut merupakan hal yang wajar, akibat sifat investor yang menunggu. Perilaku menunggu ini disebabkan oleh banyaknya ketidakpastian yang terjadi, terutama akibat Covid-19. Sehingga, sembari menunggu kepastian datang, mayoritas investor lebih memilih untuk mencari likuiditas sehingga beralih ke aset yang lebih aman yaitu Dolar Amerika.

Baca juga: Faktor Yang Mempengaruhi Pergerakan Mata Uang

Pergerakan Rupiah

Pergerakan Harian USD/IDR

Dapat Dilihat bahwa, Rupiah mengalami pergerakan konsolidasi setelah mengalami pemulihan terhadap Dolar Amerika. Pemulihan ini nampak berhenti akibat adanya ketidakpastian dari perekonomian global terutama akibat Covid-19. Sehingga, sekarang Rupiah bergerak berkonsolidasi akibat adanya ketidakpastian ini. Dengan adanya pergerakan konsolidasi ini, tercerminkan bahwa investor sedang menunggu pergerakan ke depannya akibat belum adanya kepastian dari perekonomian global. Sehingga Rupiah juga menjadi bergerak tanpa adanya arah yang pasti.

Namun, dapat dilihat bahwa pada hari ini, rupiah menyentuh batas atas dari fase konsolidasi. Hal ini mengindikasikan bahwa Dolar Amerika mulai menguat dan Rupiah mulai melemah, akibat kasus Covid-19 yang melemahkan ekonomi semakin dalam. Namun untuk rupiah keluar dari fase konsolidasi, dan pelemahan terkonfirmasi, rupiah harus tertutup di atas batas atas atau di atas angka Rp14.410. Namun, konfirmasi tambahan juga harus ada dengan pergerakan candlestick yang terus bergerak ke atas. Namun, jika belum ada konfirmasi, dapat dinyatakan bahwa rupiah masih terus akan mengalami konsolidasi.

Tags: