Pergerakan mata uang, pada umumnya akan mempengaruhi pergerakan mata uang lainnya. Hal ini disebabkan oleh adanya permintaan dan penawaran yang saling mempengaruhi masing-masing mata uang. Oleh karena faktor-faktor tersebut, mata uang pun menjadi terikat. Terdapat ikatan di sini, disebabkan oleh adanya permintaan dan penawaran antara mata uang tersebut. Permintaan dan penawaran mata uang itu sendiri disebabkan oleh beberapa hal yang berbeda, yang membuat mata uang saling naik dan turun.

Pergerakan Mata Uang

Pergerakan mata uang disebabkan oleh permintaan dan penawaran terhadap mata uang itu sendiri dan mata uang lainnya. Permintaan dan penawaran terhadap suatu mata uang pada umumnya, dipengaruhi oleh empat hal. Empat hal ini mempengaruhi mata uang melalui sifatnya yang mempengaruhi penawaran serta permintaannya. Empat hal ini bukanlah alasan satu-satunya, namun, empat hal ini adalah alasan utama yang sering dikaitkan dengan pergerakan mata uang pada umumnya. Sebagai seorang penggiat atau trader forex, sangat penting untuk mengetahui keempat faktor ini untuk meningkatkan kemampuan menganalisis di pasar.

Faktor Pertama

Pertama, permintaan mata uang dipengaruhi oleh pembayaran impor barang dan jasa. Semakin tinggi impor yang dilakukan oleh suatu negara, maka semakin tinggi juga permintaan terhadap mata uang negara yang asal barang impor tersebut. Hal ini disebabkan oleh pembayaran transaksi yang dilakukan menggunakan mata uang penjual barang. Contohnya adalah jika Indonesia membeli barang impor dari Cina, maka permintaan akan Yuan meningkat akibat Indonesia akan membutuhkan Yuan untuk membayar barang impor tersebut, sehingga permintaan naik.

Sebaliknya, penawaran terhadap mata uang akan meningkat dengan meningkatnya penerimaan barang ekspor. Contohnya masih menggunakan kondisi yang sama sebelumnya, jika Indonesia membeli barang Cina, maka Cina melakukan ekspor, dan penawaran akan Yuan meningkat. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan Indonesia terhadap Yuan untuk membayar barang sehingga Yuan meningkat dalam penawarannya. Disaat yang bersamaan, nilai Rupiah terhadap Yuan akan turun, akibat dari kebutuhan akan Yuan yang dibeli dengan Rupiah, sehingga nilai Yuan akan naik dan Rupiah akan turun.

Baca juga: Dolar Amerika Kuat Walau Banyak Kekhawatiran Virus Covid-19

Faktor Kedua

Faktor kedua adalah masuk dan keluarnya arus modal ke suatu negara. Semakin banyak arus modal yang masuk ke suatu negara, maka akan semakin kuat mata uang tersebut. Semakin banyak arus modal keluar, maka semakin melemah mata uang negara tersebut. Contohnya adalah, Jika seorang penduduk Amerika ingin berinvestasi di Indonesia, maka investor ini akan membutuhkan Rupiah. Oleh karena itu investor ini akan membeli Rupiah dengan Dolar Amerika. Pergerakan ini membuat adanya arus modal masuk, sehingga dengan pembelian Rupiah melalui Dolar Amerika, nilai Dolar Amerika akan melemah dan Rupiah akan menguat.

Sebaliknya, jika investor ini ingin keluar misal karena adanya ketidakpastian atau asumsi negatif dari kinerja investasi di Indonesia, maka Rupiah akan turun. Hal ini disebabkan oleh investor ini membeli kembali uang asalnya yaitu Dolar Amerika dengan menggunakan Rupiah, yang membuat Rupiah turun. Fenomena ini membuat adanya arus modal keluar karena investor tersebut tidak ingin investasi lagi di Indonesia dan ingin uangnya kembali ke mata uang asalnya.

Faktor Ketiga dan Keempat

Faktor ketiga merupakan kegiatan spekulasi oleh investor ritel, atau umumnya disebut trader. Pelaku ini membuat mata uang naik dan turun akibat permintaan dan penawarannya melalui kegiatan beli dan jual jangka pendek. Sehingga, jika dilakukan dalam jumlah yang besar, maka trader ini dapat mengubah nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.

Faktor terakhir adalah intervensi pembelian dan penjualan mata uang asing oleh bank sentral suatu negara. Pembelian dan penjualan ini dilakukan untuk menjaga mata uang negara agar stabil dan tidak jatuh. Intervensi ini dilakukan jika sudah terjadi penurunan pada umumnya akibat beberapa faktor yang sudah disampaikan sebelumnya. Dengan melakukan pembelian terhadap mata uang lokal, maka mata uang lokal akan naik akibat permintaannya yang naik, begitu juga sebaliknya. Sehingga, dengan perilaku ini, mata uang akan terjaga nilainya agar tidak terlalu tinggi, dan juga tidak terlalu rendah. Kegiatan ini dilakukan hanya oleh bank sentral mengingat jumlah uang yang dimiliki oleh bank sentral, dampaknya akan sangat besar terhadap mata uang.

Seluruh faktor ini merupakan faktor utama yang dapat dipahami dalam membaca pergerakan mata uang. Dengan memahami faktor ini, penggiat mata uang dan juga trader dapat lebih memahami pemaknaan berita yang ada. Selain itu, memahami faktor-faktor ini akan membantu melihat perekonomian negara, terutama pada masa ketidakpastian seperti sekarang. Sehingga, dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam perdagangan mata uang, atau dalam memilih kegiatan investasi yang tepat.

Tags: