Dolar Amerika tetap kuat pada Hari Jumat ini walau banyaknya kasus Covid-19 yang meningkat. Tetap kuatnya Dolar Amerika, membuat statusnya sebagai mata uang safe-haven tetap terjaga.

Dolar Amerika Kuat

Saat ini, Indeks Dolar Amerika berdiri pada titik 97,360, setelah mengalami beberapa guncangan pekan ini. Terhadap mata uang Yen Jepang, Dolar Amerika berada pada titik 107,17 Yen, yang merupakan peningkatan sebesar 0,5% dari hari kemarin. Terhadap Euro, Dolar Amerika juga menguat dengan Euro turun ke $1,1221 dari $1,1348 pada Hari Selasa. Pound Sterling turun terhadap Dolar Amerika dari titik tertingginya pada $1,2541 menjadi $1,2422.

Faktor Penyebab Kuatnya Dolar Amerika

Salah satu hal yang membuat Dolar Amerika naik menjadi lebih kuat adalah permintaan terhadap mata uang itu sendiri oleh beberapa pelaku sektor privat. Permintaan ini telah membuat Dolar Amerika ter apresiasi walaupun banyaknya kasus baru Covid-19 yang terjadi di beberapa negara bagian.

Gubernur dari Texas menunda pembukaan kembali negara bagian tersebut pada Hari Kamis. Hal ini disebabkan oleh adanya kasus baru dari Covid-19 yang meningkat lebih tinggi daripada hari-hari sebelumnya. Jika melihat dari data-data yang ada dari aktivitas di luar rumah, nampaknya dengan adanya peningkatan kasus ini, semua nilai tambah pemulihan akan terhapus. Sehingga, skenario pemulihan ekonomi harus dipikirkan kembali.

Data yang dipublikasikan pada Hari Kamis, memperlihatkan adanya pelemahan dalam permintaan barang di pasar yang membuat adanya kemungkinan gelombang kedua PHK. Dengan adanya kemungkinan PHK yang besar, bantuan untuk pengangguran dari negara nampaknya akan terlihat besar dalam anggaran, walaupun sudah banyak bisnis yang mulai buka kembali. Namun, walaupun begitu, pengambilan dana bantuan untuk PHK turun 60.000 pada bulan ini, yang dapat menunjukkan adanya penurunan pengangguran. Tetapi, angka pengangguran pada masa krisis ini masih lebih tinggi dari angka saat krisis 2007-2009. Data ekonomi lain dari Amerika dikabarkan akan keluar pada pekan depan. Data-data ini adalah data seperti data ketenagakerjaan Amerika dan survei sektor manufaktur. Selain itu, juga ada kemungkinan perubahan alur perdagangan negara, dimana perdagangan dan datanya akan digeser publikasinya pada akhir bulan atau akhir kuartal.

Baca juga: Yen Jepang Kemungkinan Naik Akibat Risiko Eksternal

Keadaan Mata Uang Lain

Kabar lain di dunia adalah bahwa Dolar Australia mengalami fase konsolidasi dan belum mengalami penurunan walau ada persepsi negatif dari virus Covid-19. Lira Turki juga mengalami konsolidasi setelah pemberhentian kebijakan moneter ekspansif pada Hari Kamis. Peso Meksiko mengalami peningkatan dalam nilainya setelah bank sentralnya memberikan pemotongan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada Hari Kamis. Rupiah juga masih mengalami fase konsolidasi dalam nilainya akibat banyaknya faktor ketidakpastian. Namun, bank sentral tetap melakukan segala kebijakan moneter ekspansif untuk membantu melawan dampak negatif dari ketidakpastian global dan virus Covid-19. Seluruh pergerakan ini diukur dengan dasar mata uang Dolar Amerika.

Tags: