Yen Jepang kemungkinan akan terus meningkat akibat sentimen negatif pasar terus menguat. Hal ini disebabkan oleh investor yang bereaksi terhadap adanya penambahan kasus Covid-19 secara global dan prediksi IMF.

Yen Jepang Naik Akibat Faktor Eksternal

Malam kemarin merupakan waktu yang sangat getir bagi pasar keuangan secara keseluruhan akibat adanya beberapa kejadian. Investor memilih untuk keluar dalam jumlah yang cukup besar, yang membuat pasar turun. Beberapa insentif yang membuat investor keluar diantaranya adalah adanya kenaikan kembali dalam kasus Covid-19 dan juga adanya prediksi dari IMF. Prediksi dari International Monetary Fund (IMF) adalah bahwa perekonomian global akan turun hingga 2021.

Beberapa berita ini telah membuat adanya pencarian aset risiko rendah di Bulan Juni oleh para investor. Pergerakan ini membuat terhapusnya nilai tambah yang sudah diraih oleh pasar modal dan beberapa mata uang dengan risiko tinggi.

IMF memprediksi bahwa perekonomian negara, melalui produk domestik bruto (PDB), bahwa akan terjadi penurunan sebesar 4,9% tahun ini akibat adanya virus.  Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa kejadian kasus kembali dan juga risiko-risiko yang belum dapat ditanggulangi secara global, yang membuat adanya kemungkinan karantina kembali. Dengan adanya peningkatan kasus kembali, IMF memprediksi bahwa akan ada penurunan ekonomi.

Grafik Pergerakan PDB

Baca juga: Dampak Cina Terhadap Selandia Baru dan Australia Ternyata Signifikan!

Pengalihan Pada Aset Risiko Rendah

IMF menyatakan bahwa dengan adanya tambahan dari ketegangan perang dagang antar beberapa negara yang sedang terjadi, PDB kemungkinan akan turun. Dengan adanya kerentanan besar yang muncul dalam pasar keuangan akibat beberapa kejadian ini, investor kemungkinan akan terus beralih ke aset dengan risiko rendah. Oleh karena itu, mata uang yang dianggap aman seperti Yen Jepang dan Dolar Amerika, akan terlihat meningkat dalam pertengahan 2020.

Grafik Pergerakan Harian AUD/JPY, USD/JPY, EUR/JPY, dan GBP/JPY

AUD/JPY Sebagai Preferensi Risiko Terbaik

AUD/JPY telah menunjukkan korelasi positif dengan S&P 500 selama beberapa tahun terakhir, dan terus berperan sebagai pengukur persepsi risiko investor.

Grafik Harian AUD/JPY

Dengan adanya kembali pencarian terhadap keamanan, AUD/JPY mengalami putar arah sebesar 5% dari titik tertingginya yaitu 76.79 pada 8 Juni 2020. Dengan adanya penolakan pergerakan ke atas sebelumnya, terdapat kemungkinan besar akan terjadi putar balik arah. Pergerakan ini dapat terjadi jika AUD/JPY melewati titik 72.72 dan juga 72.23 menurut indikator yang ada.

Pergerakan ini dapat dilihat melalui indikator Fibonacci, RSI, dan pergerakan Price Action yang dapat mengindikasikan adanya putar balik arah. Namun, seperti yang dinyatakan sebelumnya, putar balik arah harus dikonfirmasi dengan adanya pergerakan yang menembus ke bawah titik 72.72 dan 72.23. Dengan adanya putar arah ini, terlihat bahwa investor membeli aset aman, akibat naiknya nilai Yen Jepang.

Dilansir dari DailyFX

Tags: