PT PP Presisi Tbk (PPRE) menargetkan lonjakan kontrak baru menjadi senilai Rp 3,6 triliun pada 2021 dibandingkan target tahun lalu Rp 2,2 triliun. Peningkatan kontrak baru akan diupayakan dengan perluasan pasar dan peningkatan sinergi dengan induk usahanya, yaitu PT PP Tbk (PTPP).

PPRE Targetkan Apresiasi Kontrak Baru

Sekretaris Perusahaan PP Presisi, Adelia Auliyanti, mengatakan guna mencapai target tersebut, perseroan berkomitmen memperluas pasar eksternal. Perluasan akan terjadi baik swasta maupun pemerintah di luar grup, seperti pengembangan sektor jasa pertambangan.

Sedangkan untuk lini bisnis utama, perseroan menciptakan klasterisasi untuk mengoptimalkan sumber dan aset operasional. Klasterisasi dilakukan sesuai dengan kapabilitas perseroan yang terdiri atas civil work & structure work, serta non konstruksi seperti production plant, rental alat berat & jasa pertambangan.

Baca juga: ERAA Pindah Jalur, Masuk Sektor Kecantikan Saat Pandemi

Adelia menambahkan, pembangunan infrastruktur diperkirakan lebih semarak tahun ini. Hal ini seiring dengan dukungan pemerintah melalui UU Cipta Kerja & pembentukan sovereign wealth fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) bernama Indonesia Investment Authority (INA) untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Peningkatan kontrak baru tersebut mendorong perseroan untuk menargetkan peningkatan pendapatan menjadi Rp 3 triliun. Pendapatan ini diraih dengan EBITDA berkisar Rp 900-970 miliar tahun ini. Sedangkan laba bersih diharapkan mencapai Rp 60 miliar.

Kemajuan Perusahaan

Adelia menambahkan, bisnis konstruksi masih menjadi penyumbang utama pendapatan dengan target kontribusi 80% dan sisanya berasal dari sektor jasa pertambangan nikel ini dengan target kontribusi pendapatan sebesar 10-15%.

Tahun ini, dia menjelaskan, perseroan menganggarkan belanja modal sebanyak Rp 336 miliar. Sebagian besar dana akan digunakan untuk pembelian alat berat dengan tujuan peremajaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Sebelumnya, hingga November 2020, PP Presisi membukukan kontrak baru senilai Rp 2,3 triliun. Kontrak baru tersebut berasal dari berbagai sektor infrastruktur jalan hingga pembangunan jalan hingga bendungan. Raihan kontrak baru ini sudah melebihi target sebesar Rp 2,2 triliun.

Pergerakan Harian PPRE

Hasilnya saat ini sentimen positif di sekitar PPRE menjadi sangat kuat. Sentimen ini kemungkinan juga menjadi penyebab apresiasi yang mulai kembali terjadi pada saham beberapa hari yang lalu.

Sehingga kemungkinan besar saham akan pulih dari koreksinya pada pekan lalu. Tetapi untuk memastikan hal tersebut PPRE harus melewati Rp 294 sebelum terus naik.

Tetapi jika gagal, tujuan selanjutnya kemungkinan turun yaitu pada Rp 276 sebelum terus turun ke Rp 263 dan Rp 251. Namun mengingat sentimen yang saat ini sangat kuat, kemungkinan koreksi tidak akan bertahan lama.

Dilansir dari IPOT NEWS

Tags: