Channel Trading, Apa itu?

Channel trading merupakan pola grafik yang kuat namun sering diabaikan, yang menggabungkan beberapa analisis teknis untuk memberi poin potensial bagi trader untuk masuk dan keluar perdagangan serta pengendalian risiko. Langkah pertama adalah mempelajari cara mengidentifikasi channel, selanjutnya menentukan di mana dan kapan harus memasuki perdagangan, di mana menempatkan stop-loss order, dan di mana bisa take profit.

Karakteristik Channel

Dalam konteks analisis teknis, channel terjadi ketika harga aset bergerak di antara dua garis tren paralel. Garis tren atas menghubungkan harga swing high, sedangkan garis tren bawah menghubungkan posisi swing low. Channel bisa miring ke atas, ke bawah, atau ke samping pada grafik.

Teknik trading channel seringkali bekerja dengan baik pada saham dengan jumlah volatilitas medium, yang bisa menjadi penting saat menentukan jumlah profit yang memungkinkan dalam suatu perdagangan. Misalnya, jika volatilitas rendah, maka channel tidak akan terlalu besar, yang berarti potensi profit lebih kecil. Channel yang lebih besar biasanya terkait dengan lebih banyak volatilitas, yang berarti potensi profit lebih besar.

Jenis-jenis Channel

Sebuah channel terdiri dari setidaknya empat titik kontak karena kita membutuhkan setidaknya dua nilai rendah dan dua nilai tertinggi untuk menghubungkan satu sama lain. Umumnya, ada tiga jenis:

  1. Channel yang miring ke atas disebut ascending channel.
  2. Channel yang miring ke bawah disebut descending channel. Ascending dan descending channel juga disebut sebagai trend channel karena harga bergerak lebih dominan dalam satu arah.
  3. Channel di mana garis trennya horizontal disebut horizontal channel, trading range, atau rectangle.

Buy atau Short Channel

Channel terkadang dapat memberikan buy point dan sell point dan ada beberapa aturan untuk memasuki posisi long atau short

  • Saat harga menyentuh bagian atas channel, jual posisi long dan/atau ambil posisi short.
  • Saat harga berada di tengah channel, jangan lakukan apa pun, atau hold trading.
  • Saat harga menyentuh bagian bawah channel, tutup posisi short dan/atau ambil posisi long.

Ada dua pengecualian untuk aturan ini:

  1. Jika harga menembus bagian atas atau bawah channel, maka channel tersebut tidak lagi utuh. Jangan memulai trading lagi sampai channel baru berkembang.
  2. Jika harga mengambang di antara channel untuk jangka waktu yang lama, channel baru yang lebih sempit dapat dibuat. Pada titik ini, masuk atau keluar di dekat ujung channel yang lebih sempit.

Bentuk lain dari analisis teknis terkadang digunakan untuk meningkatkan akurasi sinyal dari channel dan memverifikasi kekuatan keseluruhan dari pergerakan naik atau turun. Beberapa tools lain untuk digunakan saat trading channel meliputi:

  • Moving average convergence divergence (MACD) akan sering berada di dekat nol selama horizontal channel. Garis MACD yang melintasi garis sinyal juga dapat menunjukkan potensi long trade di dekat bagian bawah channel atau short trade di dekat bagian atas channel.
  • Stochastic crossover juga mungkin menandakan kesempatan membeli di dekat bagian bawah channel atau kesempatan menjual di dekat bagian atas channel.
  • Volume juga dapat membantu dalam trading channel. Volume sering lebih rendah di channel, terutama di dekat bagian tengah channel. Breakout sering dikaitkan dengan volume tinggi. Jika volume tidak naik saat breakout, ada kemungkinan besar channel akan lanjut.

Menentukan Level Stop-Loss dan Take-Profit

Channel dapat menyediakan kemampuan manajemen uang “built-in” dalam bentuk level stop-loss dan take-profit. Berikut adalah aturan dasar untuk menentukan poin-poin ini:

  • Jika Anda telah membeli di bagian bawah channel, keluar dan take profit di bagian atas channel, tetapi juga tetapkan stop-loss order sedikit di bawah bagian bawah channel, memungkinkan ruang untuk volatilitas reguler.
  • Jika Anda mengambil posisi short di bagian atas channel, keluar dan take profit di bagian bawah channel. Juga, tetapkan stop-loss order sedikit di atas bagian atas channel, memungkinkan ruang untuk volatilitas reguler.

Menentukan Reliabilitas Perdagangan

Channel memberikan kemampuan untuk menentukan kemungkinan sukses dengan trading. Hal ini dilakukan melalui konfirmasi. Konfirmasi mewakili berapa kali harga telah rebound dari atas atau bawah channel. Ini adalah tingkat konfirmasi yang penting untuk diingat:

  • 1-2: channel lemah (tidak bisa diperdagangkan)
  • 3-4: channel memadai (bisa diperdagangkan)
  • 5-6: channel kuat (bisa diandalkan)
  • 6+: channel sangat kuat (lebih bisa diandalkan)

Memperkirakan Panjangnya Perdagangan

Jumlah waktu yang dibutuhkan perdagangan untuk mencapai selling point dari buy point juga bisa dihitung menggunakan channel. Hal ini dilakukan dengan mencatat jumlah waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perdagangan di masa lalu, kemudian rata-rata jumlah waktu untuk masa depan. Perkiraan ini didasarkan pada asumsi bahwa pergerakan harga kira-kira sama dalam hal waktu dan harga. Namun, itu hanya perkiraan dan mungkin tidak selalu akurat.

Penting: channel trading bisa terlihat berbeda tergantung pada timeframe yang dipilih. Misalnya, channel di grafik mingguan mungkin tidak terlihat di grafik harian.

 

Kesimpulan

Channel menyediakan satu cara untuk membeli dan menjual saat harga bergerak di antara garis tren. Dengan “membungkus” pergerakan harga ekuitas dengan dua garis paralel, sinya beli dan jual, serta level stop-loss dan target, dapat diperkirakan. Berapa lama channel bertahan dapat membantu menentukan kekuatan channel. Jumlah waktu yang biasanya dibutuhkan harga untuk bergerak dari tinggi ke rendah (atau rendah ke tinggi) memberikan perkiraan berapa lama perdagangan berlangsung.

Sumber

Baca juga: Kontrak Jangka Panjang Turun! Covid-19 Naik Lagi