Kontrak jangka panjang indeks saham Amerika terbuka lebih rendah pada Hari Minggu sore akibat dari meningkatnya kasus virus Covid-19 di beberapa negara bagian.

Kontrak Jangka Panjang Awal Pekan Ini

Pergerakan awal ini merupakan kelanjutan dari penurunan minggu lalu. S&P 500 dan Dow Jones mengalami penutupan yang rendah pada minggu lalu namun mengalami keunggulan setelah Apple mengatakan akan menutup beberapa gerainya, yang membuat Nasdaq turun. Penutupan ini dikarenakan oleh meningkatnya kasus Covid-19 secara drastis di beberapa bagian negara Amerika.

Kasus Covid-19 Meningkat Kembali

Peningkatan dalam kasus virus ini terus terjadi selama akhir pekan ini bersama dengan bukanya seluruh perekonomian. Negara bagian yang terkena kasus virus terparah adalah negara bagian selatan, barat dan pertengahan barat. Pada Hari Minggu, California dikabarkan mengalami kasus virus baru sebesar 4.515 orang dalam waktu 24 Jam. Kabar ini membuat kasus tersebut menjadi kasus terbesar sejak adanya pandemi. Florida juga mengalami peningkatan akibat laporan pada Hari Sabtu yang menyatakan 4.094 orang yang terkena virus ini. Florida juga mengalami peningkatan sebesar 3.494 orang, yang membuat negara bagian ini mengalami rekor terbesar selama pandemi.

States including Arizona, Nevada, Missouri, South Carolina, Montana dan Utah juga mengalami peningkatan kasus. Peningkatan kasus di beberapa negara bagian ini terjadi juga di akhir pekan. Pergerakan peningkatan kasus membuat kekhawatiran bahwa akan terjadi gelombang kedua dari virus ini. Kekhawatiran ini dapat menjadi disinsentif untuk ekonomi yang mulai terbuka kembali untuk memberikan dampak positifnya.

Baca juga: Kondisi Geopolitik Beberapa Negara Memanas, Investor Harap Hati-Hati!

Tetap Akan Buka Kembali

Walaupun fenomena ini terjadi, wilayah lain yang sudah menerapkan karantina lebih lama akan melakukan pelonggaran. New York akan memulai pembukaan kembali pada Hari Senin ini, terutama untuk salon, toko gerai ritel dan restoran. Diperkirakan sebesar 300.000 pekerja akan kembali pada pekerjaannya dengan pembukaan kembali ini.

Data ekonomi terbaru telah mengabarkan bahwa dengan terbukanya kembali perekonomian, ekonomi akan kembali ke arah positif. Namun, dengan adanya peningkatan dalam kasus Covid-19, pergerakan tersebut kemungkinan akan terhambat.

Dikabarkan bahwa Arizona, Alabama, California, Florida, dan Georgia memperlihatkan kasus terbesar dalam virus ini. Sehingga, risiko ini menjadi hal yang membuat ekonomi terhambat. Namun, risiko ini akan disesuaikan dengan kondisi perekonomian baru. Sehingga akan tergantung pada arah baru yaitu antara ekonomi yang akan digerakkan secara perlahan dan menyesuaikan kapasitas rumah sakit untuk perihal pencegahan virus yang melonjak, atau penetapan pembatasan sosial yang terus berlangsung.

Pada pekan ini, pasar akan menerima beberapa data ekonomi penting, termasuk data penjualan rumah di Bulan Mei. Data ini akan menjadi tanda konfirmasi perekonomian pulih akibat prediksi meningkatnya data ini dari Bulan April. Data sektor manufaktur pada Hari Selasa diprediksi juga akan memperlihatkan tanda positif dari keburukannya sejak Februari. Selain itu, data pengangguran yang diprediksi akan turun juga akan memberikan dampak yang baik bagi harapan pemulihan ekonomi.

 

Dilansir dari Yahoo Finance

Tags: