Trailing Stop/Stop-Loss Combo

Para broker online terus mencari cara untuk membatasi kerugian investor. Salah satu mekanisme proteksi downside yang paling umum adalah strategi exit yang dikenal sebagai stop-loss order, di mana jika harga saham turun ke level tertentu, posisinya akan secara otomatis dijual pada harga pasar saat ini untuk membendung kerugian lebih lanjut.

 

Trailing Stop

Trader bisa meningkatkan efektivitas stop-loss dengan memasangkannya dengan trailing stop, yang merupakan trade order di mana harga stop-loss tidak ditetapkan pada jumlah dolar absolut tunggal, melainkan ditetapkan pada persentase tertentu atau jumlah dolar di bawah harga pasar.

Berikut cara kerjanya. Ketika harga naik, ia menyeret trailing stop bersamanya. Kemudian ketika harga akhirnya berhenti naik, harga stop-loss baru tetap pada level yang menyeretnya, sehingga secara otomatis melindungi downside investor, sambil mengunci profit saat harga mencapai level tertinggi baru. Trailing stop bisa digunakan dengan bursa saham, opsi, dan futures yang mendukung stop-loss order tradisional.

 

Cara Kerja Trailing Stop

Untuk lebih memahami cara kerja trailing stop, anggap saham dengan data berikut:

  • Harga beli = $10
  • Harga terakhir pada saat setting trailing stop = $10.05
  • Jumlah trailing = 20 sen
  • Nilai stop-loss efektif langsung = $9,85

Jika harga pasar naik ke $10,97, nilai trailing stop akan naik menjadi $10,77. Jika harga terakhir sekarang turun menjadi $10,90, nilai stop akan tetap utuh di $10,77. Jika harga terus turun, kali ini ke $10,76, ini akan menembus level stop, segera memicu market order.

Order akan ter-submit berdasarkan harga terakhir $10,76. Dengan asumsi bid price-nya adalah $10,75 pada saat itu, posisi akan ditutup pada titik dan harga ini. Keuntungan bersih akan menjadi $0,75 per saham, tentu saja dikurangi komisi.

Selama penurunan harga sesaat, sangat penting untuk menahan dorongan untuk mengatur ulang trailing stop Anda, atau stop-loss efektif mungkin berakhir lebih rendah dari yang diharapkan. Dengan cara yang sama, mengekang trailing stop-loss disarankan saat Anda melihat momentum memuncak di grafik, terutama saat saham mencapai titik tertinggi baru.

Meninjau kembali contoh di atas, ketika harga terakhir mencapai $10,80, trader bisa memperketat trailing stop dari $0,20 sen menjadi $0,11, memungkinkan beberapa fleksibilitas dalam pergerakan harga saham, sambil memastikan bahwa stop dipicu sebelum pullback substansial bisa terjadi. Trader yang cerdik mempertahankan pilihan tersebut untuk menutup posisi kapan saja dengan mengirimkan sell order di pasar.

Saat menggabungkan stop-loss tradisional dengan trailing stop, penting untuk menghitung toleransi risiko maksimum Anda. Misalnya, Anda bisa menetapkan stop-loss pada 2% di bawah harga saham saat ini dan trailing stop pada 2,5% di bawah harga saham saat ini. Seiring kenaikan harga saham, trailing stop akan melampaui stop-loss tetap, menjadikannya berlebihan atau usang.

Setiap kenaikan harga lebih lanjut akan berarti meminimalkan potensi kerugian lebih lanjut dengan setiap kenaikan harga. Perlindungan tambahan adalah bahwa trailing stop hanya akan bergerak naik, di mana, selama jam pasar, fitur trailing akan secara konsisten menghitung ulang titik pemicu stop.

 

Menggunakan Combo Trailing Stop/Stop-Loss pada Perdagangan Aktif

Trailing stop lebih sulit digunakan dengan perdagangan aktif, karena fluktuasi harga dan volatilitas saham tertentu, terutama selama jam pertama hari perdagangan. Kemudian, saham yang bergerak cepat seperti itu biasanya menarik para trader, karena potensinya untuk menghasilkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Perhatikan contoh saham berikut:

  • Harga beli = $90.13
  • Jumlah saham = 600
  • Stop-loss = $89,70
  • Trailing stop pertama = $0,49
  • Trailing stop kedua = $0,40
  • Trailing stop ketiga = $0,25

Agar strategi ini bekerja pada perdagangan aktif, Anda harus menetapkan nilai trailing stop yang akan mengakomodasi fluktuasi harga normal untuk saham tertentu dan hanya menangkap harga mundur yang sebenarnya. Ini bisa dicapai dengan mempelajari saham secara menyeluruh selama beberapa hari sebelum secara aktif memperdagangkannya.

Selanjutnya, Anda harus bisa mengatur waktu trading Anda dengan melihat jam analog dan mencatat sudut jarum saat menunjuk antara pukul 1 siang dan 2 siang, yang ingin Anda gunakan sebagai panduan. Sekarang, ketika moving average favorit Anda bertahan stabil pada sudut ini, tetaplah dengan trailing stop loss awal Anda. Saat moving average berubah arah, turun di bawah jam 2 siang, inilah saatnya untuk memperketat spread trailing stop Anda (lihat grafik di atas).

Penting: Trailing stop/stop-loss combo menghilangkan komponen emosional dari trading, memungkinkan Anda membuat keputusan terukur secara rasional berdasarkan informasi statistik.

 

Risiko Trader

Trader menghadapi risiko tertentu dalam menggunakan stop-loss. Sebagai permulaan, market maker sangat menyadari setiap stop-loss yang Anda tempatkan dengan broker Anda dan dapat memaksa harga, sehingga membuat Anda keluar dari posisi, kemudian menaikkan harga kembali.

Juga, dalam kasus trailing stop, ada kemungkinan pengaturannya terlalu ketat selama tahap awal saham mengumpulkan supportnya. Dalam hal ini, hasilnya akan sama, di mana stop akan dipicu oleh pullback harga sementara, membuat trader resah atas kerugian yang dirasakan. Ini bisa menjadi pil psikologis yang sulit untuk ditelan.

Sumber

Baca juga: Fungsi Stop Loss Dalam Trading Forex, Lebih Penting dari Teori