IHSG kalah saing dengan bursa-bursa yang berada di ASEAN sejak adanya pandemi Covid-19. Riset dari Lifepal.co.id mencatat, rata-rata kinerja seluruh indeks saham negara-negara ASEAN sejak Januari hingga 10 Juli 2020 adalah -10,2%. Penurunan ini terjadi di saat Covid-19 mulai menyebar, namun tercatat bahwa penurunan paling tinggi terlihat oleh IHSG.

IHSG Kalah Saing

Riset dari Lifepal.co.id menyatakan bahwa IHSG mengalami penurunan terendah dari seluruh indeks saham yang berada di bursa saham ASEAN. ASEAN, memiliki 10 negara yang dimana 9 memiliki indeks saham dan 1 tidak, yaitu Brunei. Dari 9 indeks saham ini, terlihat bahwa IHSG mengalami penurunan paling tinggi

Dari riset tersebut, terlihat bahwa Malaysia memiliki indeks yang paling kuat, dimana walau sempat terkoreksi, hingga saat ini sudah naik sebesar 1%. Terlihat juga bahwa dua negara dengan penurunan paling besar adalah Singapura dengan 18,26% dan Indonesia dengan 19,46%.

Pergerakan Kasus Covid-19

Rata-rata kasus Covid-19 di Negara ASEAN per 12 Juli 2020 adalah 20.700 kasus. Angka ini didorong oleh pergerakan kasus di Indonesia yang masih terus bergerak naik dan tertinggi di ASEAN. Peningkatan tertinggi ini, dapat menjadi salah satu penyebab turunnya IHSG yang cukup signifikan. Penurunan yang signifikan ini mengalahkan Singapura, yang seharusnya lebih parah dari Indonesia.

Alasannya adalah ketergantungan perekonomian Singapura yang tinggi terhadap pendatang luar, seperti sektor pariwisata. Namun, dengan penanganan yang cukup sigap dari pemerintah Singapura, ternyata kasus yang terjadi tidak setinggi Indonesia bahkan lebih rendah dari Filipina.

Sehingga penanganan ini dapat menjadi sentimen positif untuk indeks Singapura akibat berbedanya penanganan di Indonesia. Perbedaan ini terlihat dari masih longgarnya penanganan dengan cerminan pertumbuhan kasus Covid-19.

Melihat pergerakan pertumbuhan kasus Covid-19 di negara lain yang mulai menurun kecuali Filipina yang baru mengalami peningkatan, Indonesia terlihat berbeda. Perbedaan ini terlihat dengan masih terus meningkatnya kasus yang memperlambat kepercayaan investor terhadap IHSG. Namun, nampaknya dalam pekan ini kepercayaan itu mulai kembali.

Baca juga: Penjualan Mobil Bulan Juni Melesat! Saham Otomotif Berpotensi Naik

Pergerakan IHSG

Terlihat bahwa IHSG sudah mulai mendekati batas atasnya kembali dalam pergerakan hariannya. Pergerakan ini dapat menjadi pertanda mulai percayanya kembali investor pada pasar modal Indonesia.

Pergerakan Harian IHSG

Dapat dilihat bahwa sejak rabu pekan lalu, IHSG telah menembus batas atas konsolidasinya sejak Bulan Juni 2020. Pekan ini, nampaknya pergerakan tersebut terus terjadi setelah Kamis dan Jumat lalu, harga memantul dari batas atas konsolidasi. Jika Jumat ini IHSG ditutup hijau, ada kemungkinan kedepannya IHSG akan terus naik. Hal ini menjadi pertanda bahwa mulai kembalinya kepercayaan investor walau Covid-19 masih meningkat di Indonesia.

Walau ada kemungkinan bergerak ke atas, potensi konflik yang sedang panas antara beberapa negara Asia di Laut Cina Selatan, dapat mendorong IHSG turun kembali. Hal ini disebabkan oleh sifat kasus tersebut yang memunculkan sentimen negatif akibat risiko Geo-politik. Konflik ini juga dapat memperlambat indeks-indeks lain di ASEAN. Namun, nampaknya investor harus mulai terbiasa dengan volatilitas di pasar modal yang terjadi, akibat sentimen pasar yang masih belum terlihat jelas.

Tags: