Exponential moving average (EMA) adalah salah satu alat trading forex yang paling sering digunakan. Trader menggunakan overlay EMA pada grafik mereka untuk menentukan entry dan exit point berdasarkan di mana price action berada di EMA. Jika tinggi, trader dapat mempertimbangkan penjualan atau short sale, dan sebaliknya jika rendah, beli.

EMA berbeda dari simple moving average (SMA) dalam dua cara utama: lebih banyak bobot diberikan pada data terbaru dan EMA bereaksi lebih cepat terhadap perubahan harga terkini daripada SMA.

EMA sangat populer dalam trading forex, sehingga sering menjadi dasar strategi trading. Strategi trading forex umum yang menggunakan EMA bergantung pada pemilihan EMA jangka pendek dan EMA jangka panjang dan kemudian trading berdasarkan posisi EMA jangka pendek dalam kaitannya dengan EMA jangka panjang.

Trader kemudian akan memasukkan buy order saat EMA jangka pendek melintasi di atas EMA jangka panjang atau memasukkan sell order saat EMA jangka pendek melintasi di bawah EMA jangka panjang. Saat membahas angka EMA seperti EMA 20 atau EMA 10, angka ini menandakan periode waktu sebelumnya yang dipilih oleh traderBiasanya, jumlah ini dalam hari, jadi EMA 20 berarti EMA rata-rata dari 20 hari sebelumnya, EMA 50 adalah 50 hari sebelumnya, dan seterusnya.

Baca juga: Trading: Mengenal Apa Itu EMA (Exponential Moving Average)

Menggunakan Crossover EMA sebagai Indikator Beli/Jual 

Saat mempertimbangkan strategi, trader mungkin menggunakan crossover EMA 50 dengan EMA 10 atau 20 sebagai sinyal trading. Strategi lain yang digunakan trader forex yaitu mengamati EMA tunggal dalam kaitannya dengan harga untuk memandu keputusan trading mereka. Selama harga tetap di atas level EMA yang dipilih, trader tetap berada di buy side; jika harga turun di bawah level EMA yang dipilih, trader adalah seller kecuali jika harga memotong ke sisi atas EMA.

EMA yang paling umum digunakan oleh trader forex adalah 5, 10, 12, 20, 26, 50, 100, dan 200. Trader yang beroperasi dari grafik timeframe yang lebih pendek , seperti grafik lima atau 15 menit, lebih mungkin untuk menggunakan EMA jangka pendek, seperti 5 dan 10. Trader yang melihat timeframe yang lebih tinggi juga cenderung melihat EMA yang lebih tinggi, seperti 20 dan 50. EMA 50, 100, dan 200 dianggap sangat signifikan untuk tren jangka panjang.

Menggunakan EMA sangat umum karena meskipun kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang, trader dapat menentukan apakah titik waktu tertentu—terlepas dari timeframe yang ditentukan—adalah outlier jika dibandingkan dengan rata-rata timeframe.

 

Sumber

Baca juga: Trading: Pahamilah Dua Indikator Penting Ini