Exponential moving average (EMA) adalah turunan dari indikator teknis simple moving average (SMA). Dibandingkan dengan SMA, EMA lebih mempertimbangkan perubahan harga baru-baru ini daripada perubahan harga selanjutnya. Artinya, EMA lebih responsif daripada SMA terhadap fluktuasi harga saat ini.

Grafik di bawah ini mewakili perbedaan antara SMA dan EMA. 200-EMA terlihat bereaksi sebelumnya terhadap penurunan harga yang disorot di sisi kiri grafik. Hal yang sama terlihat dengan kenaikan harga yang menekankan varian lag.

BAGAIMANA PERHITUNGAN EXPONENTIAL MOVING AVERAGE (EMA)?

Hampir semua pembuatan grafik melakukan kalkulasi ini pada platform masing-masing dan menerapkan kalkulasi tersebut pada grafik. Untuk penyuka angka, rumusnya akan dibagikan di bawah ini, tetapi yang penting untuk diingat adalah bahwa EMA akan bereaksi lebih cepat terhadap tren harga relatif terhadap SMA.

Exponential Moving Average (EMA) adalah moving average tertimbang yang dihitung dengan mengambil harga rata-rata untuk pasar tertentu selama periode waktu tertentu dan menyesuaikan angka ini untuk meningkatkan bobot data harga terbaru. Rumus di bawah ini menguraikan komponen penghitungan sehingga mudah untuk divisualisasikan dan dihitung.

BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN EXPONENTIAL MOVING AVERAGE DALAM STRATEGI TRADING?

Strategi trading EMA dapat digunakan dengan cara yang sama seperti SMA. Ketika EMA jangka pendek melintasi ke atas EMA jangka panjang, ini menandakan sinyal beli. Ketika EMA jangka pendek melintasi ke bawah EMA jangka panjang, trader ingin memasuki posisi short. Nilai EMA sepenuhnya tergantung pada preferensi trader. Contoh di bawah ini menggunakan sebutan EMA 20, 50 dan 200, sementara trader lain menyukai angka Fibonacci.

Grafik di atas menggambarkan grafik harian USD/CAD dengan ditambahkan indikator EMA 20, 50 dan 200. 200 EMA digunakan untuk mengidentifikasi tren jangka panjang secara keseluruhan. Dalam hal ini harga di atas 200 EMA dari 2014 hingga pertengahan 2017 (uptrend), setelah itu harga melintasi mewakili tren yang tidak jelas. Setelah itu harga melanjutkan lintasannya di atas EMA 200 yang mengkonfirmasikan uptrend. Setelah tren dikonfirmasi, trader menggunakan EMA jangka pendek untuk mengidentifikasi kemungkinan entry point. Yang disorot di atas menunjukkan kemungkinan entry point yang menunjukkan sinyal ‘beli’. Lingkaran mewakili peluang ‘beli’ dengan 20 EMA melintasi di atas garis 50 EMA.

Jadi, EMA itu singkatnya begini!

EMA adalah indikator berharga untuk dimiliki sebagai seorang trader. Indikator ini mudah digunakan dan cara yang bagus bagi trader pemula untuk merasakan analisis teknis dalam kaitannya dengan mengidentifikasi tren dan prospek masuk. Trader yang lebih berpengalaman cenderung menggunakan EMA bersama dengan alat lain, tetapi ini membuatnya tidak kalah berpengaruh.

Langkah-langkah yang harus diikuti saat trading dengan EMA:

  • Gunakan EMA jangka panjang untuk mengidentifikasi tren umum
  • Identifikasi titik persimpangan antara EMA jangka pendek dan EMA jangka panjang
  • Lihat untuk memasukkan posisi ‘long’ atau ‘short’ yang sesuai

 

Sumber

Baca juga: Sebelum Trading Pahamilah Dua Indikator Penting Ini

 

Tags: