PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tengah mempersiapkan entitas anak, PT Bank Digital BCA (blu), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di pasar modal Rp 794 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) saat ini berfokus untuk meningkatkan performa Bank Digital BCA sebelum bank ini melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“[IPO] Bisa tapi karena ini kan baru lahir jadi tahun ini banyak fokuskan bagaimana meluncurkan fitur-fitur,” kata Vera dalam dalam Public Expose Live virtual, Rabu (8/9/2021).

Peningkatan performa ini mulai dari layanan untuk nasabah hingga kinerja perusahaan.

Dia menyebutkan, sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, Bank Digital BCA sudah menunjukkan kinerja yang positif dari sisi jumlah nasabah dan penyaluran pembiayaan.

“Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa lengkap dengan fitur lainnya sehingga yang muda-muda, millennials bisa melakukan lebih banyak aktivitas melalui blu apps,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, persiapan IPO ini dilakukan secara matang agar Bank Digital BCA nantinya diminati investor.

“Kalau kita mau menyajikan sesuatu, harus yang bermutu, berkualitas baik. Oleh sebab itu kita mempersiapkan. Kalau mau cepet IPO sih sebenarnya bisa, tetapi untuk Bank BCA Digital ini kita persiapkan secara matang 1 tahun ke depan,” ungkap Jahja, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, dikutip Kamis (12/8/2021).

Persiapan yang dilakukan tersebut cukup kompleks, antara lain mulai dengan penerapan teknologi digital, produk yang ditawarkan, hingga merekrut sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang IT, termasuk menggandeng beberapa merchant untuk bekerjasama dalam ekosistem Bank Digital BCA.

Jahja menuturkan, IPO Bank Digital BCA menjadi prioritas dibanding anak usaha lainnya seperti asuransi maupun leasing atau perusahaan multifinance (PT BCA Finance), karena saat ini adalah momentum yang tepat bagi bank digital.

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan sejak diluncurkan 1,5 bulan yang lalu, layanan digital dengan platform “blu” ini terus meningkatkan fitur sehingga bisa mengakomodasi aktivitas keuangan nasabah.

Menurut catatan Liputan6.com, Perseroan berencana mengantarkan bank digital ini untuk IPO dalam 1-2 tahun mendatang. Direktur BCA, Vera Eve Lim mengatakan, perusahaan ini masih cukup muda.

Sehingga masih perlu banyak pengembangan sebelum siap untuk melantai di Bursa. Tahun ini, Vera mengatakan, Perseroan akan fokus untuk mengembangkan fitur dari aplikasi blu yang diluncurkan Bank Digital BCA.

“Karena ini kan baru lahir, jadi tahun ini kita banyak fokuskan bagaimana meluncurkan fitur fitur,” kata Vera dalam public expose live, Rabu (8/9/2021).

Vera mengungkapkan, aplikasi yang baru saja diluncurkan pada Juli lalu, telah mencatatkan kinerja yang cukup bagus. Baik dari sisi pendanaan maupun jumlah nasabah yang bergabung.

“Jadi mudah-mudahan sampai akhir tahun ini kami bisa lengkapi dengan lebih banyak fitur lagi,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan Bank Digital BCA bisa saja IPO dalam waktu dekat dan memanfaatkan momentum pertumbuhan bank digital.

Namun berbeda, ia memilih mempersiapkan Bank Digital BCA agar mampu konsisten menunjukkan kinerja yang positif untuk jangka panjang.

“Kalau mau (IPO sekarang) bisa saja. Cuma filosofi kita, yang menarik untuk jangka panjang adalah saham yang bisa berikan performance naik konsisten dan punya bukti ujungnya profit,” kata Jahja.

Sumber

Baca juga: Bank Indonesia (BI) Terus Melakukan Inovasi, Rupiah Digital Adalah Jawabannya

Tags: