Saham IPO GoTo Oversubscribe!

Penantian ritel terhadap alokasi saham perdana (initial public offering/IPO) GoTo sudah terjawab. Investor ritel tampaknya mendapatkan porsi di bawah jumlah pemesanan atau ada penyesuaian alokasi saham karena ada kelebihan permintaan.

Berdasarkan informasi dari beberapa investor ritel yang memesan saham GoTo, salah satu investor ritel yang memesan 100 lot hanya mendapatkan 32 lot.

Menurut para pelaku pasar yang mengikuti proses penjatahan ini, kelebihan permintaan saham GoTo mencapai 15 kali. Sebelumnya sempat beredar kabar kelebihan permintaan saham GoTo mencapai 17 kali.

Seperti diketahui, harga saham IPO GOTO ditetapkan di angka Rp 338 per saham, yang mencerminkan kapitalisasi pasar diperkirakan mencapai Rp 400,3 triliun (US$ 28 miliar).

GoTo menawarkan sebanyak 46,7 miliar saham baru Seri A, yang merupakan gabungan antara saham baru yang diterbitkan dan saham tresuri (untuk opsi penjatahan lebih).

Masa penawaran umum saham telah berlangsung mulai 1 – 7 April 2022 dan pencatatan di Papan Utama BEI dengan kode saham GOTO dijadwalkan pada 11 April 2022.

Hal yang membuat para investor penasaran tentunya berapa jatah saham untuk ritel dan berapa persen dari pemesanan Anda yang dipenuhi penjatahannya?

Secara umum, proses penawaran umum pooling allotment (offering) biasanya disediakan untuk investor ritel karena investor institusi, investor asing, dan investor kakap sudah mendapatkan jatah terlebih dahulu via fixed allotment.

Baca juga: GoTo Lepas Saham IPO Mulai Rp 316-Rp 346 per Saham

Dalam kasus GOTO, berdasarkan jumlah proceeds IPO yang di atas Rp 1 triliun maka prospektus perusahaan menyebutkan penjatahan fixed allotment dibatasi paling banyak 97,5%.

Ini artinya jatah bagi para investor ritel paling sedikit sebanyak 2,5% atau senilai Rp 10 triliun dengan asumsi tidak adanya clawback.

Selanjutnya persentase pemesanan para investor yang dipenuhi penjatahannya tentunya sangat berbeda-beda tergantung dari jumlah nominal pemesanan saham GOTO.

Seperti IPO pada umumnya, pemesanan pooling allotment dibagi menjadi dua yakni pooling ritel dan pooling selain ritel dengan perbandingan 1:2.

Pooling ritel sendiri adalah pemesanan saham dengan nominal di bawah Rp 100 juta, sedangkan pooling selain ritel adalah pemesanan saham dengan nominal di atas Rp 100 juta.

Ini artinya jatah untuk investor yang memesan di bawah Rp 100 juta adalah sebanyak Rp 3,33 triliun sedangkan jatah untuk para investor yang memesan di atas Rp 100 juta adalah Rp 6,66 triliun.

 

Sumber

Baca juga: Beli Saham IPO “Bukalapak” dengan Sistem Polling Allotment Bukan E-IPO

Tags: