Laju IHSG fluktuatif mengikuti bursa saham global dan sektor saham keuangan pimpin penguatan.

Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 35 poin ke posisi 7.267,22. Indeks LQ45 menguat 0,53 persen ke posisi 1.033. Seluruh indeks acuan kompak menghijau. Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.270,29 dan terendah 7.252,04. Pada pukul 09.30 WIB, IHSG berbalik arah ke zona merah dengan turun 0,27 persen ke posisi 7.209.

Sebanyak 215 saham menguat dan 165 saham melemah. 212 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 113.462 kali dengan volume perdagangan 3,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 14.880.

Sebagian besar indeks sektor saham acuan menghijau. Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy susut 0,60 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXsiklikal melemah 0,16 persen dan indeks sektor saham IDXtechno susut 0,03 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXhealth menguat 0,59 persen, dan catat penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXfinance menanjak 0,39 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi mendaki 0,37 persen, indeks sektor saham IDXbasic menguat 0,24 persen.

Baca juga: Kripto Hari Ini: Bitcoin Menghijau, Solana Pimpin Penguatan

Selain itu, indeks sektor saham IDXnonsiklikal bertambah 0,10 persen, indeks sektor saham IDXproperty bertambah 0,21 persen, dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur menguat 0,06 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG menguat 0,6 persen ke posisi 7.232 pada penutupan perdagangan Kamis, 8 September 2022. Penguatan IHSG seiring momentum tren naik yang berkelanjutan dan aksi beli investor asing mencapai Rp 1 triliun. Pada delapan sesi terakhir, investor asing cenderung melakukan aksi beli saham. Sebagian besar di sektor bank besar, telekomunikasi, kebutuhan pokok, dan sejumlah investor lokal juga turut melakukan aksi beli saham.

Saham BBRI naik 3,1 persen dan BBNI bertambah 2,3 persen, dan memimpin di antara saham bank besar. Investor lokal juga mendominasi di sektor saham komoditas.

Saham ADMR menguat 5,5 persen, INCO bertambah 1,2 persen, dan ANTM susut 1,5 persen. Adapun sektor ritel kembali bangkit setelah kenaikan harga bahan bakar. Saham ERAA bertambah 5,3 persen dan MAPI menguat 2,1 persen.

Di sisi lain, indeks kepercayaan konsumen pada Agustus 2022 naik ke posisi 124,7 seiring pendapatan lebih baik termasuk pekerjaan.

 

Sumber

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5,44%, Laju IHSG Fluktuatif