Nilai tukar dolar Singapura turun lagi melawan rupiah pada perdagangan Rabu (7/9/2022) hingga menyentuh level terendah dalam 10 pekan terakhir. Dolar Singapura sedang dalam tren menurun melawan rupiah sejak pertengahan Agustus lalu, setelah sempat menyentuh Rp 10.870/SG$ yang merupakan level tertinggi sejak April 2021.

Melansir data Refintiv, dolar Singapura pagi ini turun ke Rp 10.556/SG$, melemah 0,24% di pasar spot. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 15 Juni lalu.
Data dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa bulan Agustus. Hasilnya tidak ada perubahan, cadangan devisa pada akhir bulan lalu sebesar US$ 132,2 miliar, sama dengan posisi akhir Juli.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan perkembangan posisi cadangan devisa pada Agustus 2022 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penerimaan devisa migas, di tengah kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca juga: Rupiah Menguat Melawan Dolar, Mata Uang Lainnya Anjlok

Dengan cadangan devisa yang masih tinggi, artinya BI punya amunisi yang cukup besar untuk menstabilkan nilai tukar. Hal ini memberikan dampak positif ke rupiah.
Dolar Singapura masih terus menurun padahal menjadi mata uang favorit Goldman Sachs di Asia.

Goldman Sachs menempatkan dolar Singapura sebagai mata uang Asia non-Jepang sebagai favorit, salah satu alasannya yakni Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) yang diperkirakan akan kembali mengetatkan kebijakannya.

“Kami memperkirakan MAS akan mengetatkan slope S$NEER sebesar 50 basis poin di bulan Oktober” kata ahli strategi Goldman Sachs, Danny Suwanapruti dalam risetnya sebagaimana dilansir The Straits Times, Kamis (1/9/2022).

“Dolar Singapura masih menjadi mata uang Asia non-Jepang favorit kami,” tambahnya.

Tidak hanya Goldman Sachs, sebagaimana dilansir The Straits Times Citi juga merekomendasikan untuk membeli dolar Singapura jika mengalami penurunan.

 

Sumber

Baca juga: Begini Hasil Survei Goldman Sachs Tentang Minat Investasi Kripto

Tags: