Waskita Karya dikabarkan ingin menjadi operator Pelabuhan Patimban. Oleh karena itu, Waskita Karya dipastikan akan mengikuti lelang operator walau belum memiliki pengalaman dalam bidang pelabuhan.

Waskita Karya Ingin Menjadi Operator Pelabuhan

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) akan ikut serta dalam lelang operator Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Ratna Ningrum menyampaikan emiten berkode WKI tersebut masih dalam proses pemenuhan persyaratan administrasi. Dipastikan bahwa PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) sebagai perusahaan investasi infrastruktur, akan berpartisipasi pada tender operator Pelabuhan Patimban.

Walaupun tidak memiliki pengalaman dalam bidang pelabuhan, pihaknya yakin dapat lolos menjadi operator pelabuhan. Perusahaan menyatakan, untuk tahap prakualifikasi, akan terus diperbarui info dan kondisinya. Namun saat ini, WKI masih mengikuti proses tender tersebut dan dalam proses pemenuhan persyaratan administrasi.

Langkah ini kemungkinan besar akan menjadi sentimen positif untuk WSKT bergerak kedepannya, terutama jika berhasil menjadi operator. Hal ini disebabkan dengan adanya proyek dan posisi sebagai operator baru, kinerja perusahaan akan meningkat. Selain adanya diversifikasi ke ranah baru yaitu pelabuhan, kinerja Waskita Karya akan naik akibat adanya kesempatan baru yang dapat menambah kepercayaan masyarakat. Sehingga kemungkinan besar jika berhasil, kabar ini akan menjadi pendorong apresiasi perusahaan dan juga sahamnya.

Terdapat Pesaing Pelat Merah

Namun, dalam proses ini, Waskita bukan satu-satunya perusahaan negara yang berminat dalam lelang operator Pelabuhan Patimban. Operator Pelabuhan Tanjung Priok, PT Pelindo II (IPC) juga menyatakan akan mengikuti tahapan dan proses yang ada di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk masuk bursa lelang operator Pelabuhan Patimban. Sebelumnya, EVP Sekretariat Perusahaan Pelindo II Ari Santoso mengatakan diundang pada acara market confirmation oleh Kemenhub untuk menjalani tahapan prakualifikasi pada minggu ke-1 April 2020.

Sebelumnya Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Ayodhia GL Kalake, menyatakan Pelabuhan Patimban akan mulai beroperasi pada Desember 2020 mendatang. Penetapan waktu tersebut mundur dari target operasional awal yang direncanakan November 2020. Pelabuhan Patimban dikatakan akan menjadi pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan ini akan menghubungkan berbagai wilayah produktif di Subang, Indramayu, Cirebon, Brebes, dan sekitarnya.

Baca juga: Penjualan Semen SMBR Naik 18%, Sentimen Positif?

Kemudian, Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Rusli Rahim, menyatakan pemerintah masih punya waktu dua bulan untuk mempersiapkan operasional Pelabuhan Patimban. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk menyinergikan berbagai k/l, sehingga dengan demikian Pelabuhan Patimban dapat dioperasikan sesuai rencana.

DIlansir dari CNN Indonesia

Tags: