Sunindo Adipersada, perusahaan produsen boneka dan mainan dengan fokus ekspor yang baru saja melantai di bursa pada Agustus kemarin memprediksi peningkatan dalam kinerjanya. PT Sunindo Adipersada Tbk., (TOYS) yakin bahwa ke depanya, potensi dari ekspor ke negara Amerika akan terus meningkat.

Sunindo Adipersada Yakin Ekspor ke Amerika Naik

Perang dagang yang sudah terjadi antara Amerika Serikat dan China sejak 2018 telah membuka peluang pasar yang besar di industri mainan anak-anak. Berdasarkan data riset, Cina menguasai pasar mainan anak-anak sebesar US$ 26,7 miliar, sementara Indonesia baru menguasai US$ 280 juta pasar mainan anak-anak di Amerika Serikat.

Dengan meregangnya hubungan Cina dan Amerika, kemungkinan potensi pasar yang bisa diperebutkan masih dapat meningkat hingga 95 kali lebih besar. Peluang pasar ini dapat dimanfaatkan oleh para produsen mainan anak-anak di Indonesia, khususnya PT Sunindo Adipersada Tbk.

TOYS merupakan salah satu perusahaan dari Indonesia yang siap untuk meningkatkan output dan memperluas jaringan ekspor di Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari kesiapan TOYS dalam standardisasi dan kepemilikan sertifikasi yang lengkap untuk memasuki pangsa pasar di Amerika Serikat.

ekspor dilakukan juga akibat jaringan yang cukup kuat dengan sekitar 30% dari nilai penjualan perusahaan didapatkan dari Amerika Serikat dan Kanada. Titik utama lainnya adalah Indonesia merupakan negara dengan basis produksi mainan yang kuat, bahkan sebelum Cina menguasai pasar.

Sehingga, kesiapan infrastruktur dan kemampuan tenaga kerja, Indonesia lebih unggul dibandingkan dengan negara-negara penghasil mainan anak-anak lainnya. Hal ini disebabkan oleh kesiapan sejak Tahun 1990an untuk Indonesia dan Tahun 2000an untuk Cina yang membuktikan keunggulan Indonesia.

Potensi Pasar Semakin Besar

Melihat dampak perang dagang terhadap Cina saat ini, kemungkinan produsen Cina akan mencari tujuan negara lain selain Amerika. Namun, CEO Sunindo Adipersada, Iwan Tirtha, menyampaikan bahwa  pihaknya tidak merasa khawatir akan bersaing dengan produk-produk Cina untuk pasar di luar Amerika Serikat seperti Eropa maupun Asia.

Hal ini disebabkan kepercayaan bahwa produk-produk ekspor TOYS sudah dikenal sebagai produk dengan kualitas tinggi. Selain itu, dengan desain yang realistis TOYS tidak perlu khawatir ada penurunan permintaan dari pasar yang kemungkinan dibidik juga oleh Cina.

Baca juga: ANTM Masih Lompat Akibat Terdorong Kabar Positif, Tapi Terhadang

Sejak pertengahan tahun 2020 sampai dengan sekarang, TOYS mendapat begitu banyak prospek baru khususnya dari Amerika Serikat. Iwan mengatakan bahwa banyak pelanggan dari sana yang sudah melakukan penjajakan dan dalam waktu dekat berpotensi melakukan pemesanan produk.

Sehingga, kemungkinan ke depannya kinerja dari penjualan TOYS akan terus naik bersama dengan nilai tambah yang akan datang dari ekspor. Oleh karena itu, kemungkinan apresiasi dari saham saat ini akan terus berlanjut dan akan mengalahkan harga melantai sebelumnya.

Dilansir dari Kontan

Tags: