Bukalapak.com (BUKA) resmi mencatatkan sahamnya dan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/8) pagi ini. Pada perdagangan perdananya, harga saham Bukalapak langsung naik 24,71% atau 210 poin menyentuh harga Rp 1.060 dari harga penawaran Rp 850. Berdasarkan data perdagangan, tercatat total saham Bukalapak yang diperdagangkan hingga pukul 09.05 WIB sebanyak 302,7 juta unit.

Nilai transaksinya mencapai Rp 320,86 miliar, dengan frekuensi sebanyak 1.636 kali. Nilai kapitalisasi pasar Bukalapak, tercatat senilai Rp 109,25 triliun, jauh melebihi nilai kapitalisasi awal Rp 86,7 triliun.

Kenaikan harga saham tersebut membuat secara otomatis perdagangannya terhenti otomatis atau auto rejection atas. Berdasarkan peraturan Bursa, harga saham di antara Rp 200 sampai Rp 5.000 bisa naik maksimal 25% dalam sehari.
Berdasarkan data resmi BEI, jumlah saham BUKA yang dicatatkan 103.062.019.354 saham, terdiri dari saham pendiri 77.296.514.554 saham dan penawaran umum 25.765.504.800 saham.

Jumlah saham penawaran umum itu setara dengan 25,0% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dan harga perdana yakni Rp 850/saham.

Berdasarkan prospektus IPO, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan sebanyak sekitar 66%, sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja entitas anak.

Entitas anak yang dimaksud yakni sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia (BMI), 15% dialokasikan kepada PT Buka Usaha Indonesia (BUI), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Investasi Bersama (BIB), sekitar 1% dialokasikan kepada PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), sekitar 1% kepada Bukalapak Pte. Ltd. (BLSG) dan sekitar 1% dialokasikan kepada PT Five Jack (Five Jack Indonesia).

Baca juga: Bukalapak Bocorkan Underwriter IPO di Bursa

Perseroan akan menerbitkan opsi saham untuk program MESOP (Management Employee Stock Option Program) sebanyak-banyaknya 4,91% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan IPO ini atau sebanyak-banyaknya 5.060.345.150 saham.

Bursa berharap, IPO Bukalapak ini bisa memberikan inspirasi bagi para pemilik dan manajmen perusahaan-perusahaan lain, termasuk unicorn lainnya untuk terus memberikan karya terbaik bagi negeri ini. “Dengan menjadikan bursa efek indonesia sebagai house of growth bagi perkemabngan perusahaan,” kata Inarno. Bukalapak melantai di pasar saham dengan melepas sebanyak 25,76 miliar unit saham atau setara 25% dari total saham setelah IPO.
Bukalapak menawarkan saham IPO dengan harga Rp 850 per saham. Artinya, nilai penawaran umum senilai Rp 21,9 triliun, terbesar sepanjang sejarah bursa dimestik. Dana yang diperoleh dari penawaran tersebut, sekitar 66% di antaranta digunakan untuk modal kerja. Sisa dananya digunakan untuk modal kerja pada entitas anak, 15% untuk dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia dan 15% untuk PT Buka Usaha Indonesia. Anak usaha lainnya yang mendapat jatah modal kerja adalah PT Buka Investasi Bersama sebesar 1% dari dana IPO.

Lalu, 1% juga untuk PT Buka Pengadaan Indonesia. Sebesar 1% lain untuk Bukalapak Pte. Ltd. Terkahir 1% untuk PT Five Jack. Mayoritas saham Bukalapak dipegang oleh PT Kreatif Media Karya sebesar 23,93%. Seperti diketahui, Kreatif Media Karya merupakan unit bisnis digital dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Pemegang saham besar lainnya adalah API (Hong Kong) Investment Limited sebesar 13,05%. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari raksasa e-commerce asal Tiongkok, Alibaba.

Baca juga: Bukalapak Berencana “Buka Lapak” di Bursa?

Tags: