(REAL) atau Repower Asia Indonesia Tbk diborong Ustaz Yusuf Mansur senilai Rp30 miliar. Bagaimana sepak terjang bisnis perusahaan yang bergerak di sektor properti tersebut?

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham REAL juga unggul di jajaran top gainers pekan ini pada 16-20 Agustus 2021 dengan naik 120%. Harganya terkerek dari level Rp50 ke level Rp110.

Menurut para investor, saham ini seperti ‘bangkit dari kubur’, karena jarang sekali beraktivitas di bursa sejak debutnya pada 6 Desember 2019. Di saat pertama kali melantai di bursa pada 6 Desember 2019, harga saham REAL berada di Rp 100 per lembar.

Sebelumnya saham tersebut pernah mencapai rekor tertinggi di level Rp 540 pada awal Januari 2020, lalu turun hingga berada di angka Rp 50 per lembar per akhir Juli di tahun yang sama. Saham REAL terakhir kali bergerak pada 26 November 2020 atau naik 4% ke Rp 52 per saham.

Saat ini kapitalisasi pasar REAL sebanyak Rp 683 miliar. Adapun rasio harga pasar per saham dengan laba per saham tersebut sebesar 297,3 kali. Pada perdagangan pagi hari ini, saham REAL dibuka di level Rp 115 per lembar saham.

Melalui akun Instagramnya, Yusuf Mansur menilai saham REAL punya fundamental bagus dan bisa jadi kendaraan buat seluruh bisnis properti.

“Tar kita kelola yang bener ini perusahaan. bukan jadi perusahaan goreng-gorengan. tumbuh dan besar bareng. Saya masuk dengan izin Allah jadi pemegang sahamnya,” katanya lewat akun @yusufmansurnew, Senin (16/8/2021).

Secara kinerja, per Maret 2021, penjualan REAL baru mencapai Rp 4,94 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 4 miliar. Sementara laba bersih di Q1-2021 baru mencapai Rp 580 juta, naik 41,23% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 410,67 juta.

Tahun lalu, laba perusahaan turun menjadi Rp 1,02 miliar dari tahun sebelumnya Rp 1,38 miliar, dengan pendapatan naik menjadi Rp 12,68 miliar dari sebelumnya Rp 10,13 miliar.

Tapi aset perusahaan di Maret 2021 mencapai Rp 352,23 miliar, dari akhir Desember 2020 sebesar Rp 352 miliar. Dari jumlah aset itu, aset lancarnya saja mencapai Rp 179 miliar.

Kewajiban perusahaan di Maret 2021 hanya sebesar Rp 1,67 miliar, dari Desember 2020 sebesar Rp 2,61 miliar. Adapun ekuitas mencapai Rp 350,56 miliar dari Rp 349,98 miliar di Desember 2020 sehingga tingkat rasio utang terhadap ekuitas alias debt to equity ratio (DER) hanya 0,004 kali.

Ustaz Yusuf Mansur, yang juga pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur’an, dan juga pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren) tiba-tiba melakukan langkah strategis dengan membeli saham perusahaan properti dengan kategori ‘gocap’ alias saham dengan harga terendah Rp 50 per saham ini.

Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur, yang juga pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur’an, dan juga pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren) tiba-tiba melakukan langkah strategis dengan membeli saham perusahaan properti dengan kategori ‘gocap’ alias saham dengan harga terendah Rp 50/saham ini.

Yusuf Mansur membeli saham REAL via perusahaan sekuritas UOB Kay Hian Sekuritas itu dilakukan di harga saham Repower saat ini yakni Rp 50/saham sehingga dana yang dikucurkan sekitar Rp 30 miliar.

“Saya 6 juta lot [600 juta saham], itu baru aksi perdana abis berikutnya beli pake aset inbreng, berikutnya, ga pake duit,” kata Yusuf Mansur kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (16/8).

Sumber

Baca juga: Suku Bunga Acuan Bank Indonesia 3,5%, DP KPR 0%