Untuk efisiensi sumber bahan bakar, seiring peningkatan harga bahan baku dan persaingan usaha, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) telah menyalurkan gas bumi. Gas bumi ini disalurkan kepada para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Dumai.

PGAS Salurkan Gas Bumi ke UMKM

Arief Nurrachman, Area Head PGN Dumai dan sekitarnya, telah menetapkan harga gas bumi Rp 6.000 per m3 untuk Pelanggan Kecil 2 (PK-2). Kategori tersebut meliputi UMKM, hotel, rumah makan, rumah sakit swasta, lembaga pendidikan swasta, pertokoan atau ruko, dan kegiatan komersial sejenisnya.

Sedangkan untuk kebutuhan Pelanggan Kecil (PK)-2, normalnya konsumsi gas bumi berkisar antara 50 hingga 1.000 m3. Sehingga, harga jual yang ditetapkan tidak akan memberatkan para pengguna gas bumi untuk usaha bagi masyarakat.

PGN berharap dapat terus meningkatkan layanan dan pengembangan infrastruktur gas bumi agar nilai lebihnya bisa semakin luas dirasakan oleh masyarakat. PGN juga berharap bisa mendorong usaha kecil dan menengah, agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Dumai.

Komitmen Jangka Panjang

Sebagai pencetus, PGAS telah menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor seperti rumah tangga, komersial, dan industri di Kota Dumai. PGAS telah mengoperasikan jaringan pipa sepanjang 68 km.

Jaringan pipa tersebut dapat melayani lebih dari 4.900 pelanggan rumah tangga, 1 pelanggan kecil dan 8 pelanggan komersial industri yang tersebar di 3 kawasan industri.

Baca juga: Peringkat Saka Energi Diturunkan, PGAS Terdampak

PGAS pun menyampaikan komitmennya untuk terus membangun infrastruktur dan memperluas pemanfaatan gas bumi di seluruh wilayah Indonesia. PGAS mengharapkan dukungan seluruh pihak terikat dan masyarakat.

Kedepannya sangat besar harapan peran PGAS sebagai sub-holding gas dapat memperluas layanan gas bumi sebagai energi ramah lingkungan, praktis, dan bebas subsidi bagi ketahanan energi nasional.

Sebagai salah satu pengguna gas PGAS, Popo Mulyadi yang memiliki usaha roti Paramount Bakery di Dumai menyampaikan bahwa setiap bulan ia mengeluarkan biaya sekitar Rp 3 juta. Sehingga terjadi penghematan sekitar 60% sejak menggunakan gas bumi PGAS sejak tahun 2019.

Dilansir dari IPOT NEWS

Tags: