Amazon menyangkal kabar yang beredar beberapa hari lalu, bahwa perusahaan toko daring itu akan menerima Bitcoin (BTC) sebagai alat pembayaran.

“Terlepas dari minat kami pada sektor kripto ini, spekulasi bahwa kami akan menjadikan kripto Bitcoin sebagai alat pembayaran, tidaklah benar,” kata juru bicara Amazon kepada Reuters, Selasa (27/7/2021).

Laporan dari Kota London A.M. surat kabar, dengan anonim “insider”, mengirim cryptocurrency terbesar di dunia naik sebanyak 14,5% sebelum memangkas kenaikan ke perdagangan terakhir 6% lebih tinggi di level US$ 37.684,04.

“Spekulasi yang terjadi terkait rencana khusus kami untuk cryptocurrency adalah tidak benar,” kata juru bicara Amazon, dikutip dari Reuters.

“Kami saat ini tetap fokus untuk mengeksplorasi kebutuhan pelanggan kami yang berbelanja di Amazon.” tambah Amazon.

Kabar itu beredar sebelumnya lewat media daring bermarkas di London, City AM. Media itu mendapatkan informasi dari sumber anonim dari Amazon sendiri, bahwa perusahaan pimpinan Jeff Bezos itu akan menerapkan Bitcoin sebagai tambahan alternatif pembayaran di toko daring.

Sebelumnya pada Kamis (22/7/2021) lalu, Amazon memposting lowongan pekerjaan untuk mata uang digital dan pemimpin produk blockchain.

Kembali melemahnya kripto pada hari ini membuat pelaku pasar kembali dikhawatirkan dengan kembali terjadinya crypto winter di bitcoin dan kripto lainnya.

Crypto winter atau musim dingin kripto adalah masa di mana kripto mengalami periode stagnansi dan cenderung dalam waktu yang panjang. Crypto Winter pernah dialami bitcoin pada 2018 lalu, ketika ambrol harganya lebih dari 70%, kemudian stagnan cenderung menurun hingga April 2019.

“Ini dimulai dengan Bitcoin. Ini adalah kunci tahap pertama dari proyek kripto ini, dan arahannya datang dari atas, yakni Jeff Bezos sendiri,” tutur sumber anonim itu kepada CityAM.

Juru bicara Amazon juga menegaskan, tidak akan menambahkan metode pembayaran baru dalam waktu dekat. Pihaknya tetap fokus pada apa yang diinginkan oleh pengguna mereka seperti saat ini.

Kabar dari sumber anonim itu menyusul informasi lowongan kerja oleh Amazon sendiri. Lowongan kerja itu memuat tugas khusus untuk menangani uang digital dan produk terkait teknologi blockchain.
Amazon menekankan pentingnya sektor itu, bahwa semakin banyak perusahaan mulai menerima mata uang digital itu untuk pembayaran. Padahal sebelumnya, banyak perusahaan berupaya menjauhi jenis aset baru itu.
Amazon sendiri bukannya tak bergerak lincah di sektor kripto. Pada November 2020 lalu misalnya, didukung investasi oleh CEO Amazon, Jeff Bezos, perusahaan Chipper Cash akhirnya memutuskan membuka layanan jual-beli aset kripto termasuk Bitcoin di aplikasinya untuk kawasan Afrika.
Selain aset kripto, aplikasi Chipper Cash bisa digunakan untuk perdagangan saham, seperti Tesla, Apple, dan Amazon. Langkah terbaru itu setelah perusahaan mendapatkan dana investasi jumbo sebesar US$30 juta dalam putaran pendanaan Seri B.
Investasi itu dipimpin oleh firma modal ventura Ribbit Capital, dengan partisipasi Bezos Expeditions, perusahana ventura milik Jeff Bezos. Didirikan pada tahun 2018 oleh Ugandan Ham Serunjogi dan Ghanaian Maijid Moujaled, Chipper Cash yang berbasis di San Francisco menawarkan layanan pembayaran peer-to-peer (P2P) melalui smartphone, tanpa biaya.
Layanan tersebut tersedia di tujuh negara Afrika, yakni Ghana, Uganda, Nigeria, Tanzania, Rwanda, Afrika Selatan, dan Kenya. Aplikasi itu memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima uang di seluruh Afrika.

Tags: