Malaysia akan Adopsi Kripto?

Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia telah meminta regulator untuk mengadopsi kripto sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut.

Hingga saat ini, Malaysia tidak mengakui kripto sebagai alat pembayaran yang sah. Tetapi tidak juga membuat aset tersebut ilegal. Sejauh ini, hanya El Salvador, negara yang telah mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Menurut Wakil Menteri Komunikasi Malaysia, Datuk Zahidi Zainul Abidin, generasi muda akan diuntungkan, mengingat pemerintah tidak melarang kripto.

Berbicara di sesi parlemen pada Senin, Wakil Menteri itu mengatakan, milenial adalah pengguna kripto aktif. Zahidi menyebut kripto sebagai masa depan keuangan. Selain itu, dia juga mengatakan kepada kementerian akan mencari cara untuk mendorong keterlibatan pemuda dalam aset digital.

“Kami berharap pemerintah akan mengizinkan dan melegalkan ini sehingga kami dapat meningkatkan penyerapan cryptocurrency oleh kaum muda,” kata dia, dikutip dari FXEmpire, Selasa (22/3/2022).

Baca juga: Malaysia Hancurkan 1.069 Rig Penambangan Bitcoin Senilai Rp 183 Miliar

Menjawab pertanyaan dari anggota parlemen tentang sikap pemerintah terhadap pasar Non Fungible Token (NFT), Zahidi mengatakan, semua peraturan ini berada di bawah lingkup Bank Negara Malaysia dan Komisi Sekuritas (SC) Malaysia.

Menteri Keuangan Malaysia mengatakan pada awal Maret, pembayaran kripto seperti ethereum adalah ilegal di negara itu karena mereka tidak memiliki karakteristik layaknya uang kertas.

“Secara umum, aset digital bukanlah penyimpan nilai dan alat tukar yang baik. Ini karena aset digital rentan terhadap fluktuasi harga yang bergejolak karena investasi spekulatif, risiko pencurian karena ancaman siber, dan kurangnya skalabilitas,” kata Menteri Keuangan Malaysia saat itu.

Malaysia saat ini tengah mengakses potensi manfaat dari mengadopsi mata uang digital bank sentral (CBDC).

 

Sumber

Baca juga: Pasar Saham Malaysia Catatkan Kemenangkan 7 Hari Beruntun!

Tags: