Laba BTON naik sekitar 157% walaupun mengalami penurunan dalam pendapatan perusahaan. Hal ini dibantu oleh kondisi nilai tukar, dan efisiensi pengelolaan keuangan perusahaan yang membuat potensi kemajuan di depan.

Laba BTON Naik 157%

PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mampu membukukan kenaikan laba bersih di kuartal ketiga tahun ini, meski pendapatannya cenderung menurun. Hal ini didorong oleh perolehan laba selisih kurs yang besar.

Laporan keuangan perseroan di kuartal ketiga tahun ini menunjukkan pendapatan bersih turun tipis 0,9% secara tahunan menjadi Rp 84,49 Miliar. Sedangkan beban pokok penjualan naik 7,8% secara tahunan menjadi Rp 79,36 Miliar pada masa itu.

Laporan kondisi keuangan tersebut membuat tercatatnya penyusutan laba kotor perusahaan pada kuartal atau triwulan ketiga. Laba kotor tercatat menyusut 56% secara tahunan menjadi Rp 5,12 Miliar di triwulan ketiga tahun 2020.

Direktur BTON, Andy Soesanto, menyatakan bahwa ketika valas kurs tinggi BTON akan mendapatkan perolehan dari peningkatan laba selisih kurs. Akibat dari selisih laba kurs ini, perusahaan mengalami dorongan dalam bottomline.

Kondisi Keuntungan

Keuntungan selisih kurs perseroan di kuartal ketiga dikabarkan mencapai Rp 41,65 Miliar atau naik lebih dari lima kali lipat. Kenaikan ini terlihat dari perolehan laba selisih kurs di kuartal ketiga tahun lalu yang hanya sebesar Rp 6,55 Miliar.

Sehingga, BTON mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp 11,49 Miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Angka ini merupakan peningkatan yang cukup tajam sekitar 157% dibandingkan kuartal ketiga tahun lalu Rp 4,47 Miliar.

Terkait hal itu, perusahaan masih akan terus mewaspadai dampak pandemi terhadap bisnis besi beton. Sehingga proyeksi atau target bisnis untuk tahun ini sedikitnya menyamai perolehan seperti tahun lalu.

Baca juga: Saham ASII Masih Terus Naik Secara Kuat Bersama Sektor Otomotif

Saat ini, pemanfaatan produksi perusahaan di kuartal ketiga 2020 berada di sekitar angka 60%, tidak jauh berbeda dari posisi utilisasi pada kuartal kedua 2020 kemarin. Angka utilisasi tersebut sejatinya berada di bawah angka utilisasi normal BTON yang berkisar 80%.

Namun, semua hasil produksi BTON bisa terserap oleh pasar sepenuhnya karena fokus utama perseroan mengayomi pelanggan yang sudah ada. Ke depannya, BTON akan terus berupaya memacu penjualan dengan sembari menjaga efisiensi biaya.

Sedangkan upaya untuk memacu penjualan akan dilakukan dengan menggencarkan kegiatan pemasaran ke pelanggan-pelanggan BTON. Sehingga, saat ini rencana ke depan sudah sangat matang dengan menjaga pelanggan yang sudah ada.

Dilansir dari IPOT NEWS

Tags: