KSEI atau PT Kustodian Sentral Efek Indonesia menegaskan penamaan IPO GOJEK TOKPED tidak ada dalam bursa efek atas pemegang saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) di atas dan PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI).

Sebelumnya disebutkan dalam data KSEI terbaru, Dokumen Pemegang Saham di Atas 5%, tercatat muncul individu bernama IPO GOJEK TOKPED sebagai pemegang saham PRIM dan KBRI. Direktur KSEI Alec Syafruddin menegaskan bahwa terkait dengan pemberitaan tentang perubahan kepemilikan saham PRIM, saat ini tidak terdapat perubahan kepemilikan saham PRIM.

“Dapat kami sampaikan bahwa tidak terdapat perubahan kepemilikan saham PRIM sebagaimana tertera di dalam pelaporan data kepemilikan efek  di atas 5% yang dipublikasikan pada situs Bursa Efek Indonesia, dengan rincian pemegang saham yakni 1st Financial Company Limited, Quest Corporation, dan Suisse Charter Investment Ltd,” tegas Alec, dalam keterangan resmi kepada CNBC Indonesia, Rabu malam (7/7).

Namun, katanya, telah terjadi kesalahan teknis dalam pengelompokan pemegang saham tersebut yang seharusnya berada di bawah KSEI-Rekening Tampungan.

“Kustodian Sentral Efek Indonesia telah melakukan perbaikan atas kesalahan pengelompokan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata Alec.

“KSEI juga menghimbau kepada para investor untuk membaca laporan/berita secara lengkap agar menjadi acuan yang baik dalam pengambilan keputusan investasi.

Sebelumnya, data yang dipublikasikan KSEI di BEI menyebutkan IPO GOJEK TOKPED memegang saham pengelola rumah sakit di Sumatra itu sebanyak 19,52%, dan sisanya 80,48% dipegang oleh publik. Menariknya individu yang sama juga memegang saham KBRI yang sudah tak beroperasi sejak 2019 dan disuspensi oleh bursa. Akun IPO GOJEK TOKPED disebutkan dalam keterangan itu memegang 44,6% saham KBRI.

Merespons tersebarnya hal ini ke pasar, saham PRIM sudah melesat ke level tertinggi hariannya alias ARA (auto reject atas) selama 3 hari beruntun dengan kenaikan 25% ke level Rp 625/unit pada Rabu dan kenaikan 107% dalam sepekan. Sedangkan untuk saham KBRI masih dia di level gocap alias Rp 50/saham, karena disuspensi oleh regulator akibat pabrik yang sudah berhenti beroperasi sejak 2019 dan laporan keuangan yang tak kunjung disetor.

Disebutkan dalam data KSEI terbaru, Dokumen Pemegang Saham di Atas 5%, tercatat muncul individu bernama IPO GOJEK TOKPED sebagai pemegang saham PRIM dan KBRI.

Direktur KSEI Alec Syafruddin menegaskan bahwa terkait dengan pemberitaan tentang perubahan kepemilikan saham PRIM, saat ini tidak terdapat perubahan kepemilikan saham PRIM.

Tags: