INDY dikabarkan telah berniat untuk mendorong perkembangan energi alternatif di Indonesia. Salah satu langkah yang telah diambil adalah kerja sama dengan beberapa pihak yang akan mempercepat perkembangan tersebut.

INDY Kerja Sama dengan Pertamina

Demi mengembangkan energi alternatif di Indonesia, PT Indika Energy Tbk (INDY) telah meresmikan kerja sama baru untuk mempercepat tujuan tersebut. Bersama sejumlah perusahaan pertambangan nasional, INDY telah menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Strategis Gasifikasi Batubara dengan Pertamina.

Menurut M Arsjad Rasjid PM, Direktur Utama INDY, kerja sama yang terjalin adalah untuk melakukan kajian teknis dan ekonomi. Selain itu, akan tercipta komitmen untuk segera memulai studi terkait teknologi hilirisasi sehingga bisa memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Kerja sama untuk melakukan kajian ini merupakan wujud sinergi dan gotong-royong antara Pemerintah, BUMN, dan swasta. INDY berharap inisiatif ini dapat mendorong pengembangan teknologi hilirisasi batubara yang mumpuni.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan investasi baru, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan tersebut dinyatakan Rasjid pada Senin kemarin setelah peresmian kerja sama.

Adapun, program gasifikasi batubara merupakan salah satu upaya memanfaatkan bahan baku energi yang banyak terdapat di Indonesia. Salah satunya untuk pengembangan program gasifikasi batubara yang dapat diproses menjadi bahan bakar pengganti LPG, yaitu DME (Dimethyl Ether).

Sentimen Positif Perjanjian

Kerja sama ini diapresiasi oleh Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin. Menurutnya, kerja sama ini sangat strategis mengingat Indonesia memiliki cukup banyak potensi batubara berkalori rendah.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati juga menjelaskan bahwa program gasifikasi batubara merupakan upaya perusahaan untuk mengembangkan energi alternatif dengan bahan baku yang banyak terdapat di Indonesia sekaligus mengurangi impor LPG.

Baca juga: Saham ASII Memasuki Waktu Beli Akibat Potensi Koreksi

Sebagai informasi INDY, saat ini telah melakukan diversifikasi bisnis dan terus melihat berbagai peluang usaha di sektor non-batubara. Melalui anak usahanya PT Kideco Jaya Agung, INDY sudah memproduksi batubara sebesar 32-34 juta ton per tahunnya.

Batubara Kideco juga telah menghasilkan tingkat nitrogen relatif rendah saat pembakaran, sehingga ramah lingkungan. Oleh karena itu, dengan sentimen yang bergeser terhadap energi terbaharukan, INDY nampaknya akan mengalami pergerakan positif ke depannya.

Dilansir dari IPOTNEWS

Tags: