HM Sampoerna (HMSP), Emiten rokok terbesar di Indonesia mengadakan RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) pada 27/05/2021.

Bersumber dari Bisnis.com dalam pengumuman manajemen di Harian Bisnis Indonesia, diketahui ada 5 mata acara rapat yang diajukan pada RUPST yang dimulai pukul 09.00 WIB ini. Salah satu agendanya adalah penetapan penggunaan saldo laba 2020, dan mengindikasikan adanya penyetujuan membagikan dividen tunaitahun buku 2020.

Diketahui menurut catatan RTI, per 30 April 2021, jumlah pemegang saham HM Sampoerna (HMSP) sebanyak 116.318.076.900 atau 116,31 miliar saham. dan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 8,47 triliun untuk tahun buku 2020. Emiten berkode efek HMSP itu mencetak pendapatan sebesar Rp92,42 triliun pada 2020. Perolehan itu lebih rendah 12,85 persen dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp106,05 triliun.

Baca juga: RUPST TLKM, Siap Tebar Dividen Triliunan di 28 Mei

Diketahui juga, emiten berkode HMPS ini, mengantongi laba bersih sebesar Rp 8,5 triliun pada 2020 atau merosot 37,5 year on year.  Jumlah dividen itu lebih kecil dibandingkan dengan yang dibagikan pada 2019. Tahun lalu, HM Sampoerna (HMSP) membagikan dividen dengan payout ratio hingga 101,53 persen untuk tahun buku 2019. Produsen rokok merek Djie Sam Soe itu membagikan dividen Rp13,93 triliun atau Rp119,8 per saham.

Bersumber dari bisnis.com Presiden Direktur HM Sampoerna (HMSP), Mindaugas Trumpaitis menjelaskan bahwa langkah penanggulangan pandemi Covid-19 dan pembatasan sosial menciptakan lingkungan pasar yang menantang dan mempengaruhi permintaan domestik. Lebih lanjut, pada 2020 terdapat kenaikan tarif cukai hasil tembakau secara rata-rata tertimbang sebesar 24 persen dan kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 46 persen.

Kedua faktor tersebut berdampak pada penurunan volume industri hasil tembakau nasional sebesar 9,7 persen pada tahun 2020, sekaligus juga berdampak pada kinerja perseroan.  “Kondisi ekonomi yang menantang berakibat pada penurunan volume penjualan perseroan yang signifikan, mencapai 19,3 persen pada tahun 2020. Pandemi Covid-19 memperburuk isu daya beli masyarakat yang bahkan sudah ada sejak sebelum pandemi,” dikutip dari keterangan resminya, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Setelah Tebar Dividen Saham AALI Rentan Turun Akibat Koreksi Pasar

Menurut dia, pembatasan sosial di wilayah perkotaan di mana pangsa pasar perseroan besar, mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap portofolio HM Sampoerna (HMSP). Kendati demikian, HM Sampoerna (HMSP), tetap mempertahankan kepemimpinan pasar dengan pangsa pasar sebesar 28,8 persen pada 2020.

Diketahui pada akhri sesi perdagangan 1 Kamis (27/05) saham HM Sampoerna (HMSP) naik 1,57% di Rp 1.280 per/saham, dan sesi kedua terpantau dengan Rp 1.285

Baca juga: Astra Membagikan Dividen Sebesar 40% Dalam RUPST

Tags: