Harga SBN menguat pada penutupan perdagangan Senin (4/4/2022), di tengah terjadinya kembali inversi imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) karena investor kembali memantau kebijakan moneter bank sentral AS.

Yield SBN atau Surat Berharga Negara bertenor 1 tahun naik cukup signifikan sebesar 15,4 basis poin (bp) ke level 4,199%. Sedangkan yield SBN berjatuh tempo 15 tahun naik tipis 0,1 bp ke level 6,636%. Dan yield SBN berjangka waktu 20 tahun menguat 1,1 bp ke level 7,229%.

Yield berlawanan arah dari harga, sehingga turunnya yield menunjukkan harga obligasi yang sedang menguat, demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Dari AS, inversi (invertedyield obligasi pemerintah (US Treasury) kembali terjadi pada Senin pagi waktu AS. Di mana yield tenor 2 dan 5 tahun kembali berada di atas yield tenor 10 dan 30 tahun.

Data dari CNBC International mencatat yield Treasury tenor 2 tahun naik 1,7 bp menjadi 2,449%. Sedangkan yield Treasury tenor 10 tahun naik 2,9 bp menjadi 2,404%.

Sedangkan yield Treasury tenor 5 tahun juga naik 1,8 bp menjadi 2,567% dan yield Treasury tenor 30 tahun menguat 4,6 ke level 2,469%.

Baca juga: Mengenal Istilah Yield Chasing di Pasar Keuangan

Yield Treasury tenor 2-tahun dan 10-tahun, yang merupakan bagian utama dari kurva imbal hasil yang diawasi oleh para investor, kembali terbalik pada hari ini.

Sebelumnya, kurva yield kedua tenor tersebut sempat berbalik pada Kamis pekan lalu, menjadi yang pertama kalinya sejak 2019.

Dari data ketenagakerjaan AS, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan bahwa ada sekitar 431.000 non-farm payroll yang bertambah pada bulan Maret, dengan tingkat pengangguran 3,6%.

Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan sekitar 490.000 pekerjaan ditambahkan bulan lalu, dengan tingkat pengangguran 3,7%.

Pembalikan kurva imbal hasil setelah dirilisnya laporan pekerjaan AS terbaru menunjukkan bahwa investor cenderung khawatir dengan data ekonomi yang sudah cukup kuat. Hal ini dapat memberi lampu hijau bagi the Fed untuk melanjutkan rencana menaikkan suku bunga secara lebih agresif.

Investor khawatir bahwa kenaikan suku bunga ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi AS. Bahkan mereka lebih khawatir jika ekonomi AS kembali mengalami resesi.

Saat ini, investor di AS menanti rapat The Fed terbaru. Yang dimulai pada Selasa waktu AS dan berakhir pada Rabu siang waktu AS. Sedangkan hasil rapat akan diumumkan pada Rabu pukul 14:00 waktu AS atau Kamis pukul 01:00 WIB.

 

Sumber

Baca juga: Prakiraan Dolar AS dan Imbal Hasil Treasury 10-tahun di 2022