instagram.com/gojekindonesia

Gojek dan Tokopedia sukses merger menjadi GoTo. Perusahaan baru bernama GoTo: Go Far, Go Together menciptakan platform pertama di Asia Tenggara yang menampung tiga kasus penggunaan penting dalam satu ekosistem. Dalam keterangan resminya, GoTo merupakan merupakan perusahaan yang mengabungkan layanan on-demand, sistem pembayaran digital dan marketplace. GoTo Group menjadi platform konsumen digital terbesar di Indonesia, yang mencakup sebagian besar pengeluaran rumah tangga konsumen. Penggabungan bisnis kedua ini menjadi penggabungan bisnis terbesar yang dilakukan di Indonesia dan di Asia.

Dilansir dari CNBC Indonesia, “Ekosistem GoTo mencakup 2% dari PDB Indonesia dan akan terus berkembang, melayani 270 juta konsumen Indonesia, serta pasar lain yang tumbuh cepat dan berkembang di Asia Tenggara,” ungkap keterangan resmi tersebut, Senin (17/5/2021). Kesepakatan ini didukung oleh investor besar antara lain Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital India, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus. Total nilai transaksi penggabungan ini bruto grup ini hingga akhir 2020 lalu lebih dari US$ 22 miliar, dengan lebih dari US$ 1,8 miliar terjadi pada 2020.

Baca Juga: Saham TLKM Masih Terus Naik Sepekan Setelah Investasi Gojek

Sumber dari Reuters memperkirakan Gojek dan Tokopedia merger di angkanya mencapai 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp261 triliun. Menurut CBInsights, Gojek memiliki valuasi 10 miliar dolar AS atau sudah menyandang status sebagai Decacorn. Sementara Tokopedia senilai 7 miliar dolar AS.

Dalam penggabungan dua perusahaan ini, Gojek dan Tokopedia, CEO Gojek Andre Soelistyo akan memimpin bisnis gabungan tersebut sebagai CEO GoTo. Sementara Presiden Tokopedia Patrick Cao akan menjadi Presiden GoTo. Goldman Sachs bertindak sebagai penasihat keuangan Gojek. Davis Polk & Wardwell LLP dan Assegaf Hamzah & Partners menjabat sebagai penasihat hukum Gojek. Citi bertindak sebagai penasihat keuangan Tokopedia. Allen & Overy LLP menjabat sebagai penasihat hukum Tokopedia.

“Model bisnis kami sekarang bahkan lebih beragam, stabil, dan berkelanjutan. Kami memiliki transaksi Gojek dengan volume tinggi, mobilitas frekuensi tinggi, dikombinasikan dengan transaksi e-commerce frekuensi menengah dan bernilai tinggi dari Tokopedia,” kata Cao

Setelah penggabungan dengan Tokopedia, Gojek diperkirakan akan melakukan IPO atau Initial Public Offering. Menurut sumber dari detikcom, dokumen IPO Gojek tengah dalam proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, apakah para trader sudah siap untuk pemanis di pasar saham ini?

Baca Juga: Telkomsel Suntik Gojek, Begini Kondisi Sahamnya!

 

Tags: