china-cryptocurrency

unsplash.com/@nunomiguelmendes

China melarang beberapa sektor bisnis di negaranya melakukan segala transaksi yang berkaitan dengan cryptocurrency tapi tidak dengan aktifitas individu.

Dilansir dari cnbc.com, China melarang lembaga keuangan dan perusahaan pembayaran untuk menyediakan layanan yang terkait dengan transaksi mata uang kripto. China juga memperingatkan investor agar tidak melakukan perdagangan mata uang kripto spekulatif. Langkah ini merupakan upaya terbaru China untuk menekan pasar perdagangan yang sedang berkembang sekarang ini. Lebih lanjut, China pun tidak memperbolehkan lembaga termasuk bank dan saluran pembayaran online menawarkan klien layanan apa pun yang melibatkan cryptocurrency.

“Baru-baru ini, harga mata uang kripto telah meroket dan anjlok, dan perdagangan spekulatif mata uang kripto telah pulih, secara serius melanggar keamanan properti orang dan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan normal.” Pernyataan yang dikutip dari rauters.com

Baca juga: Prancis Mengesahkan Bitcoin sebagai Alat Tukar Sah

Dalam hal ini, China sebenarnya tidak melarang setiap individu untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan cryptocurrency. Namun, Institusi tidak boleh menyediakan layanan tabungan, memupuk kepercayaan atau penjaminan cryptocurrency, dan mengeluarkan produk keuangan yang terkait dengan cryptocurrency.

Langkah ini bukanlah langkah pertama Beijing melawan mata uang digital. Pada 2017, China menutup pertukaran mata uang kripto lokalnya, membekap pasar spekulatif yang telah menyumbang 90% dari perdagangan bitcoin global. Pada Juni 2019, Bank Rakyat China mengeluarkan pernyataan yang mengatakan akan memblokir akses ke semua pertukaran mata uang kripto domestik dan asing serta situs web Penawaran Koin Perdana, yang bertujuan untuk menekan semua perdagangan mata uang kripto dengan larangan penukaran mata uang asing.

Pernyataan itu juga menyoroti risiko perdagangan cryptocurrency, mengatakan mata uang virtual “tidak didukung oleh nilai nyata”, harganya mudah dimanipulasi, dan kontrak perdagangan tidak dilindungi oleh hukum China.

Tiga badan industri tersebut adalah: Asosiasi Keuangan Internet Nasional China, Asosiasi Perbankan China, dan Asosiasi Pembayaran dan Kliring China.

Jadi, apakah kebijakan ini akan membengaruhi sentimen terhadap mata uang krito di negara lain ya?

Baca juga: India Kembali Ingin Menghentikan Perdagangan Kripto! Mengapa?