Berdasarkan laporan publikasi berita lokal, pengadilan niaga Nanterre  di Prancis mengeluarkan keputusan yang berkaitan dengan kasus pertukaran cryptocurrency Paris Paymium dan perusahaan investasi alternative yang berbasis di Inggris, BitSpread.

Perusahaan yang pernah meminjamkan 1000 Bitcoin ke BitSpread sebelum Bitcoin Cash terpisah pada tahun 2017. Setelah perpecahan beruntun, kedua pihak mengklaim bahwa Bitcoin Cash yang dibuat adalah milik mereka.

Isu ini memaksa pengadilan untuk mempertimbangkan hukum bagi Bitcoin. Setelah menetapkan Bitcoin sebagai salah satu bentuk uang, mereka juga meregulasi peminjaman. Peminjam Bitcoin dianggap sama dengan pinjaman konsumen lainnya. Maka, kepemilikan properti yang dipinjam selama masa kontrak diserahkan pada peminjam. 

Penggemar Bitcoin pun merespon keputusan pemerintah Prancis ini, keputusan senada juga telah dikeluarkan oleh pemerintah Korea Selatan, India, dan Jerman. Akun Twitter @Bloqport mengatakan ini adalah hari bersejarah bagi industri Bitcoin. 

Baca juga: Bitcoin Gagal Menyentuh $10.000

Pada awal minggu ini, Federal Financial Supervisory Authority (BaFin) yakni otoritas pengawas keungan Jerman mengeluarkan penjelasan mengenai Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sebagai instrumen keuangan yang sah. Keputusan ini merupakan bagian dari pembaruan hukum money laundering. 

Korea Selatan turut mengesahkan undang-undang baru dalam upaya pencegahan pencucian uang. Majelis nasional Korea Selatan memutuskan bahwa platform pertukaran harus tunduk pada standar pelaporan yang sama dengan penyedia layanan uang lainnya.

Terakhir, Mahkamah Agung india juga memberikan angin segar bagi pengamat cryptocurrency dengan membatalkan pelarangan transaksi bank nasional dengan instistusi atau perusahaan yang berhubungan dengan cryptocurrency. 

Melihat runtutan perkembangan bullish dalam industri, jika tren ini tetap terjaga maka harga Bitcoin akan melesat pada tahun 2021. Seperti laporan dari BeInCrypto mengenai reli besar yang dialami oleh aset kripto lainnya.

Tags: