PT Intiland Development Tbk (DILD) turut merasakan angin segar dari momentum pemulihan industri properti hingga pertengahan tahun ini. Hal itu terlihat dari raihan pendapatan pra-penjualan alias marketing sales DILD yang tumbuh signifikan dibandingkan tahun lalu.

“Sampai saat ini pencapaian (marketing sales) kami kira kira Rp 947 miliar. Ada beberapa proyek (yang berkontribusi) yang hampir rata,” ungkap Direktur Pemasaran Korporat Intiland Susan Pranata dalam acara virtual yang digelar Jum’at (18/6).

Corporate Secretary DILD Theresia Rustandi menambahkan, raihan marketing sales hingga pertengahan Juni sebesar Rp 947 miliar itu setara dengan 47,35% dari target tahun ini yang diproyeksikan mencapai Rp 2 triliun. Capaian tersebut juga sudah jauh melampaui marketing sales yang diraih DILD pada semester pertama tahun lalu.

Asal tahu saja, pada marketing sales yang dicatatkan DILD hingga semester pertama tahun 2020 baru sebesar Rp 343 miliar. Artinya, marketing sales DILD sudah tumbuh 176% secara tahunan.

Sayangnya, Theresia belum merinci besaran kontribusi dari masing-masing proyek yang sedang digarap Intiland. “Semua proyek berkontribusi seimbang, namun memang peluncuran Tierra SOHO cukup signifikan dalam kontribusi marketing sales,” ungkapnya saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (20/6).

Sebagai informasi, Tierra SOHO merupakan proyek fasilitas komersial seluas satu hektare yang menjadi pengembangan tahap pertama dari megaproyek Tierra, kawasan mixed use & high rise terpadu di Surabaya Barat. Dalam pipeline pengembangan proyek jangka panjang Intiland, Tierra diproyeksi sebagai key project yang akan memberikan kontribusi penjualan  yang signifikan dan berkelanjutan.

Proyek ini juga diinformasikan ramai peminat. Sebagai gambaran, merujuk pemberitaan sebelumnya, sejak diluncurkan bulan April 2021 unit-unit Tierra SOHO sudah terjual 90% sampai awal Mei 2021.

Proyek lainnya yang turut menyokong penjualan DILD pada awal tahun ini adalah proyek DUO di Talaga Bestari, Tangerang. Diluncurkan Februari 2021, proyek ini sudah berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp 70 miliar hingga akhir Mei 2021.

Jika dilihat dari periode kuartal pertama, pertumbuhan marketing sales DILD memang sudah tampak. Dalam catatan Kontan.co.id, marketing sales DILD di Q1-2021 sebesar Rp 310 miliar, naik 166% dibandingkan Q1-2020 yang sebesar Rp 117 miliar.

Segmen mixed use dan high-rise menyumbang Rp 29 miliar atau 9,3% dari total pencapaian marketing sales di Q1-2021. Kemudian segmen landed residential menyumbang Rp 222 miliar atau setara 71,5% dan industrial estate menyumbang Rp 59 miliar atau setara 19,2%.

Berdasarkan lokasi, proyek di Jakarta menyumbang Rp 143 miliar atau setara 46% dan Surabaya menyumbang Rp 167 miliar atau setara 54% dari total perolehan marketing sales di Q1-2021.

Direktur Pemasaran Korporat Intiland Susan Pranata menyampaikan, hingga menjelang akhir semester pertama ini, kontribusi marketing sales dari wilayah Jakarta dan Surabaya masih relatif sama.

“Kontribusi ini sangat bertalian dengan proyek-proyek mana saja. Sementara hampir sama, 55%:45% antara Jakarta dan Surabaya,” ungkapnya.

Susan mengamini, insentif properti khususnya stimulus PPN ditanggung pemerintah telah berdampak terhadap kinerja penjualan DILD, maupun secara umum terhadap pemulihan pasar properti.

Meski insentif PPN hanya terbatas pada produk siap huni (ready stock) hingga Agustus 2021, namun stimulus tersebut dapat menumbuhkan daya beli dan kepercayaan diri konsumen untuk memesan produk properti baik ready stock maupun secara inden.

Dengan adanya insentif fiskal dari pemerintah dan perbankan, serta banyaknya promo yang ditawarkan pengembang, Susan melihat saat ini sebagai momentum yang baik bagi konsumen untuk membeli properti.

“Pasar properti dalam tren positif seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan masyarakat. Insentif kebijakan pemerintah cukup efektif mendorong minat beli properti,” tandas Susan.

Tags: