IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Senin, (18/7/2022). Pergerakan harga komoditas diprediksi akan bayangi laju IHSG.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, mengawali keempat Juli 2022, pergerakan IHSG akan terlihat dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi kenaikan terbatas. Ia menuturkan, harga komoditas yang terlihat berpotensi berada dalam kondisi tertekan dapat memberikan sentimen kurang baik terhadap pergerakan saham emiten yang berkaitan dengan harga komoditas.

“Namun, hal ini justru membuka peluang untuk investor melakukan akumulasi beli bagi saham di luar sektor komoditas yang memiliki fundamental solid dan memiliki kapitalisasi pasar besar,” ujar dia dalam catatannya.

William prediksi, IHSG berpotensi mengalami kenaikan terbatas di kisaran 6.578-6.789 pada Senin, 18 Juli 2022.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, menutup perdagangan akhir pekan Jumat, 15 Juli 2022, IHSG bergerak terkoreksi 0,6 persen ke level 6.651, koreksi dari IHSG diiringi dengan peningkatan volume jual.

“Kami perkirakan IHSG akan kembali untuk menguji area 6.600 sebagai support terdekatnya, namun selama IHSG masih mampu berada di atas 6.559 maka kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat untuk membentuk wave (iv) pada label hitam ke area 6.700-6.750 terlebih dahulu,” ujar dia.

Ia menambahkan, tetapi waspadai, bila IHSG break dari 6.559, IHSG terkonfirmasi membentuk wave (v) untuk menuju ke area 6.420-6.500 untuk membentuk label biru.

Baca juga: Mengenal Analisis Elliot Wave, Salah Satu Cara Terbaik Melihat Pasar

Herditya menuturkan, level support IHSG di kisaran 6.602, 6.559 dan level resistance 6.767,6.800.

Untuk saham yang dapat dicermati pelaku pasar, William memilih saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Selain itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Berikut rekomendasi teknikal sejumlah saham dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) – Buy on Weakness (1.395)

Saham BBTN ditutup menguat 0,4 persen ke level 1.395 pada perdagangan Jumat, 15 Juli 2022.

“Kami memperkirakan, posisi BBTN sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (2). Hal tersebut berarti, BBTN masih rawan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW,” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.310-1.360

Target Price: 1.450, 1.530

Stoploss: below 1.270

 

Sumber

Baca juga: Direktur Utama BBTN Dapat Penghargaan atas Performa Perseroan

Tags: