Teori Elliot Wave, adalah sebuah metode analisis teknikal yang digunakan untuk melihat kondisi pasar yang umumnya digunakan saat menganalisis pergerakan suatu aset.

Ralph Nelson Elliot adalah orang dibalik teori ini dimana ia terinspirasi dari Teori Dow dan oleh beberapa kejadian alam.

Mengenal Elliot Wave

Teori ini menganalisis pergerakan pasar dengan melihat adanya sebuah pola yang berbentuk wave atau gelombang. Elliot percaya bahwa pasar memiliki pola yang selalu terulang akibat dorongan dari para pelakunya.

Walau banyak kondisi yang berubah, Elliot percaya bahwa kondisi pasar akan selalu terulang akibat terdapat siklus apresiasi dan depresiasi yang terus terjadi.

Baca juga: USDIDR Diprediksi Naik Akibat Publikasi Data PDB Indonesia

Dengan bantuan dari C.J. Collins, teori Elliot menarik perhatian Wall Street dalam beberapa atikel yang dipublikasi di majalah Financial World pada Tahun 1939.

Saat ini teori tersebut sudah dikenal oleh hampir seluruh investor dan trader di seluruh dunia akibat sudah ada golongan baru yang mengakui teori ini dengan nama “Ellioticians

Bagaimana Cara Kerjanya

Prinsip dasar dari teori Elliot Wave adalah pergerakan naik dan turun, dimana semuanya terbentuk akibat aksi dan reaksi.

Terdapat pergerakan dasar yang terbentuk dari delapan gelombang. Gelombang itu terdiri dari lima gelombang naik dan tiga gelombang turun. Gelombang diberikan tanda 1, 2, 3, 4, 5 untuk pergerakan naik dan a, b, c untuk pergerakan turun.

1, 3, dan 5 adalah pergerakan impulsif, gelombang 2 dan 4 adalah gelombang koreksi, dan gelombang a, b, dan c adalah gelombang koreksi dari gelombang 1 hingga 5.

Pergerakan utama selalu ditandai dengan gelombang 1 hingga 5 yang dapat bergerak naik atau turun. Gelombang a, b, dan c selalu bergerak berlawanan dengan gelombang 1 hingga 5.

Elliot Wave selalu mempertimbangkan kondisi psikologis manusia dimana suatu pergerakan pasti akan dilanjutkan dengan pergerakan lawannya.

Gelombang dalam Gelombang

Perlu diingat bahwa selalu terdapat gelombang dalam gelombang dimana masing-masing gelombang memiliki pergerakan hitungan lima sampai tiga gelombang kecil.

Gelombang yang dimaksud adalah fluktuasi pergerakan naik dan turun dimana umumnya memiliki tiga sampai lima sentuhan. Sentuhan tersebut adalah antara satu, dua, atau tiga sentuhan di batas atas pergerakan dan satu, dua atau, tiga sentuhan di pergerakan bahwa yang tertotal lima hingga tiga gelombang.

Tiga hingga lima gelombang ini adalah gelombang-gelombang kecil yang membentuk pergerakan 1, 2, 3, 4, 5 dan a, b ,c yang sebelumnya telah dibahas

Teori ini dibentuk atas dasar pergerakan yang sering terjadi di pasar keuangan. Pergerakan tersebut adalah suatu aset yang naik pasti akan selalu turun.

Analisis menggunakan teori ini merupakan salah satu kiblat yang sering digunakan dan bahkan digabungkan dengan beberapa analisis lainnya.

Sehingga dengan pemahaman ini, trader dan investor memiliki perspektif baru terhadap pasar. Oleh karena itu, kedepannya analisis dapat dilakukan menggunakan teori ini.

Tags: